Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Harga ayam potong hidup di Waghete lebih mahal dari Enarotali
  • Selasa, 08 Agustus 2017 — 14:24
  • 1610x views

Harga ayam potong hidup di Waghete lebih mahal dari Enarotali

Ada perbedaan signifikan harga ayam potong hidup di pasar tradisional Enarotali Paniai dan Waghete Deiyai. Harga di Waghete lebih mahal dari harga di Enarotali. Pasalnya  selain panjangnya rantai distribusi, perbedaan harga yang cukup besar tersebut juga disebabkan naiknya harga jual ayam di tingkat peternak.
Ayam potong hidup yang dijual dalam kandang, Selasa, (8/8/2017) – Jubi/Abeth You
Abeth You
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Deiyai, Jubi – Ada perbedaan signifikan harga ayam potong hidup di pasar tradisional Enarotali Paniai dan Waghete Deiyai. Harga di Waghete lebih mahal dari harga di Enarotali. Pasalnya selain panjangnya rantai distribusi, perbedaan harga yang cukup besar tersebut juga disebabkan naiknya harga jual ayam di tingkat peternak.

Pantauan Jubi, Selasa (8/8/2017), harga ayam potong di Enarotali  berkisar Rp 60ribu hingga Rp 70ribu. Sedangkan di Waghete, seekor ayam harganya Rp 65ribu sampai Rp 75 ribu.

‘’Iya, harga naik sudah dari pemasoknya. Sekarang sudah seminggu,’’ terang Surya, seorang pedagang ayam potong di Waghete.

Ia menyebutkan sebelumnya harga ayam hanya Rp 60 ribu per ekor. Menurutnya, para penjual terpaksa menaikkan harga jual ayam karean situasi di Deiyai tidak aman sehingga banyak warga asli yang membeli.

“Hari-hari begini harga jual ayam sangat rendah. Tapi kadang ramai  juga,” akunya.

Yani, pedagang di pasar Enarotali, mengatakan umumnya pedagang ayam potong di pasar menjual dalam bentuk per ekor yang dipasok dari Nabire.

“Kami jual ayam yang hidup per ekor bukan dipotong-potong,” ucapnya.

“Saya sudah berdagang ayam di sini sudah tiga tahun. Harga tetap, saya jual Rp  60ribu dan Rp 70ribu per ekor. Tapi kalau Natalan pasti saya kasih naik harga karena masyarkat banyak yang beli,” katanya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Astra Motor Papua gelar lomba futsal 

Selanjutnya

Ini penyebab DPRD Merauke kritik pejabat Dinas Kelautan dan Perikanan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6252x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5831x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 4001x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe