Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Meepago
  3. Banjir di Paniai, ini solusi dari Dewan Adat Paniai
  • Selasa, 08 Agustus 2017 — 14:41
  • 1854x views

Banjir di Paniai, ini solusi dari Dewan Adat Paniai

Ketua Dewan Adat Paniai, John Gobay, menawarkan solusi untuk mengatasi banjir akibat meluapnya Danau Paniai di Enarotali. Mengeruk enceng gondok di sekitar Aikai dan Iyaibutu di pinggirin Danau Paniai serta membangun danau buatan di beberapa titik, seperti di lembah Weya, Eka, Aga, dan Kebo untuk pembuangan air.  Daerah sungai dikembangkan sebagai kolam pemancingan untuk tempat hiburan masyarakat. 
Seorang pemuda yang mengikuti aksi di halaman DPRD Kabupaten Paniai (7/8/2017), memegang pamflet tuntutan agar Pemkab Paniai segera menangani luapan Danau Paniai – Jubi
Hengky Yeimo
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi – Ketua Dewan Adat Paniai, John Gobay, menawarkan solusi untuk mengatasi banjir akibat meluapnya Danau Paniai di Enarotali. Mengeruk enceng gondok di sekitar Aikai dan Iyaibutu di pinggirin Danau Paniai serta membangun danau buatan di beberapa titik, seperti di lembah Weya, Eka, Aga, dan Kebo untuk pembuangan air.  Daerah sungai dikembangkan sebagai kolam pemancingan untuk tempat hiburan masyarakat. 

John Gobay mengatakan banjir di Enarotali akibat meluapnya Danau Paniai terjadi setiap tahun dan polanya mirip-mirip.

“Dari tahun ke tahun motif  penyebab banjir sama. Banjir  terjadi disebabkan curah hujan yang tinggi dan banyaknya penebangan pohon,” kata John Gobay, kepada jubi, Selasa (8/8/2017).

Dikatakannya, banyaknya sungai  yang tertimbun dan Danau Tage yang bermuara ke Danau Paniai. Sementara pembuangannya hanya melalui Sungai Yawei. Pembangunan jalan antara Enarotali-Dagouto yang sedikit menutup air sungai di Lembah Weya.

Menurut John Gobay, tumbuh enceng gondok di Danau Paniai khususnya di Aikai  dan muara-muara sungai mengakibatkan penyempitan muara sungai Enarotali. Banyaknya bangunan dan perumahan di Iyaibutu di pinggiran Danau Paniai juga menjdi salah satu penyebab meluapnya danau tersebut.

"Saya sudah ajukan hal ini ke Bupati tetapi Beliau mengatakan tidak ada uang untuk melakukan renovasi sehingga saya tidak mengawal lagi. Untuk mengeruk sampah-sampah itu butuh biaya besar," kata John.

Sementara itu, Kepala BPBD, Nahum Tebai, mengatakan pihaknya belum bisa melakukan apa-apa terhadap musibah itu karena belum punya dana.

“Data konkrit sudah ada. Aksi ini mencabut duri yang ada di dalam diri saya. Tapi tidak ada uang, kita kerja pelan-pelan saja,” katanya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Pemkab Deiyai tetap laksanakan upacara 17 Agustus

Selanjutnya

Rabu, warga Deiyai akan nyalakan 1000 lililn

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 9859x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6406x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 6055x views
Berita Papua |— Senin, 24 September 2018 WP | 4701x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe