Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Ini penyebab DPRD Merauke kritik pejabat Dinas Kelautan dan Perikanan
  • Selasa, 08 Agustus 2017 — 17:19
  • 629x views

Ini penyebab DPRD Merauke kritik pejabat Dinas Kelautan dan Perikanan

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke mengkritik pejabat di Dinas Kelautan dan Perikanan Merauke karena tidak tanggap dan menyikapi dengan cepat masalah yang dihadapi nelayan di Distrik Waan yang terpaksa membuang ribuan ikan hasil tangkapannya karena sulit dijual.
Ikan yang dibuang nelayan di Distrik Waan, Kabupaten Merauke – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
frans@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Merauke, Jubi - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Merauke mengkritik pejabat di Dinas Kelautan dan Perikanan Merauke karena tidak tanggap dan menyikapi dengan cepat masalah yang dihadapi nelayan di Distrik Waan yang terpaksa membuang ribuan ikan hasil tangkapannya karena sulit dijual.

Kritikan itu disampaikan anggota DPRD Kabupaten Merauke, Moses Kaibu, kepada Jubi, Selasa (8/8/2017).

“Memang  beberapa kampung di Distrik Waan memiliki potensi ikan sangat menjanjikan. Hanya saja persoalan yang terjadi adalah pemasaran,” katanya.

Beberapa tahun silam, jelas  Moses, saat perusahan di Wanam masih beroperasi membeli ikan, masyarakat tidak merasa kesulitan. Pasca ditutup dua tahun silam, nelayan lokal orang asli Papua sulit menjual ikan hasil tangkapannya.

“Jika ikan yang dijaring mencapai ribua  ekor, nelayan hanya mengambil dan menjual gelembungnya karena harganya  mahal. Sedangkan ikannya dibuang begitu saja,” katanya.

“Saya kira ini adalah tugas dan tanggung-jawab Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Merauke. Harusnya mereka turun ke kampung-kampung dan membeli ikan tangkapan nelayan. Sekaligus dibawa dan dijual lagi ke kabupaten pemekaran seperti Boven Digoel dan Mappi,” kata Moses menambahkan.

Dengan begitu, katanya, secara tidak langsung, akan memberikan pendapatan asli bagi daerah. Moses mengatakan ini peluang besar buat Merauke, tergantung apakah pejabat di Dinas mau ke kampung tidak.

Moses kurang sependapat jika pelatihan pengasinan ikan diberikan kepada masyarakat setempat.

“Kalau sudah ada pelatihan dan masyarakat mengasinkan ikan, tetapi kalau tak ada tempat penjualan, kan sama saja,” tuturnya.

Abukasim Maswatu, salah seorang nelayan di Distrik Waan, mengak ribuan ikan yang ditangkap nelayan lokal dibuang begitu saja atau dikuburkan, setelah mereka hanya mengambil gelembung.

“Memang tidak ada penadah yang  bisa membeli ikan tangkapan nelayan. Sehingga dibuang begitu saja di pinggir pantai. Itu sudah terjadi dalam setahun terakhir,” katanya. (*)

 

Sebelumnya

Festival Film Papua, Sekretaris Dewan Adat Anim Ha titip tiga kapsul adat

Selanjutnya

Sebanyak 12 tenaga guru kontrak akan ditempatkan di Distrik Yaniruma

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe