Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Nawipa: korban Deiyai tidak butuh bantuan, tapi komitmen kapolda
  • Selasa, 08 Agustus 2017 — 18:57
  • 806x views

Nawipa: korban Deiyai tidak butuh bantuan, tapi komitmen kapolda

"Mereka bukan korban musibah atau bencana alam dan lainnya. Kalau mereka ada korban musibah atau bencana alam, silakan saja dibantu. Tapi rakyat Deiyai hari ini tidak butuh bantuan materi, namun komitmen institusi kepolisian," kata Decky kepada Jubi, Selasa (8/8/2017). 
Ilustrasi demo Solidaritas Pemuda Mahasiswa Rakat-Peduli HAM Deiyai Papua (SPMR-PHDP) di halaman kantor DPR Papua, Selasa (8/8/2017), terkait kasus Deiyai - Jubi/Arjuna
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Legislator Papua dari daerah pemilihan Deiyai, Dogiyai, Nabire, Paniai, Intan Jaya dan Mimika, Decky Nawipa mengatakan, korban penembakan di Deiyai, 1 Agustus 2017, tidak butuh bantuan materi dari Kapolda Papua, Irjen (Pol) Boy Rafli Amar.

Ia mengatakan, beberapa hari lalu, Kapolda Papua memberikan bantuan kepada korban penembakan di Deiyai, namun itu bukan hal utama yang diinginkan korban, keluarga korban, dan masyarakat Deiyai. Yang diinginkan adalah komitmen dan keseriusan kapolda setempat menuntaskan kasus dan menghukum oknum anggota Polri jika terbukti bersalah. 

"Mereka bukan korban musibah atau bencana alam dan lainnya. Kalau mereka ada korban musibah atau bencana alam, silakan saja dibantu. Tapi rakyat Deiyai hari ini tidak butuh bantuan materi, namun komitmen institusi kepolisian," kata Decky kepada Jubi, Selasa (8/8/2017). 

Menurutnya, tidak sepantasnya Kapolda Papua memberikan bantuan materi kepada para korban, karena kasus ini belum tuntas. Meski niat kapolda baik, namun hal itu bertentangan dengan budaya suku Mee.

"Kami menilai itu tidak layak. Tidak boleh karena sesuai budaya kami, sepanjang masalah belum selesai, tidak boleh ada bantuan. Memberikan bantuan itu jika masalah selesai," ujarnya.

Katanya, meski kapolda telah meminta maaf secara terbuka di media, terkait kasus Deiyai dan memberikan bantuan kepada korban, namun itu tidak mengurangi desakan terhadap pimpinan kepolisian di Papua menuntaskan kasus itu, dan menghukum anggotanya yang diduga melakukan penembakan kalau terbukti bersalah. 

"Apakah menurut kapolda masalah sudah selesai sehingga memberikan bantuan. Kalau kapolda bisa ungkap siapa pelaku baru dia bisa memberikan bantuan. Tapi penuntasan kasus ini adalah bantuan yang paling diharapkan masyarakat," katanya. 

Terpisah, Wakil Ketua I DPR Papua, Edoardus Kaize mengatakan, kasus Deiyai tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Jangan sampai sama seperti kasus lainnya di Papua selama ini, yang tidak jelas penyelesaiannya dan membuat masyarakat tidak lagi percaya pada penegakan hukum. 

Politikus PDI Perjuangan itu juga meminta Pemprov Papua dan pemkab setempat mencabut izin PT. Putra Dewa Paniai, yang diduga penyebab terjadinya penembakan, lantaran memanggil aparat keamanan untuk menghadapi protes dari masyarakat ketika itu.

"Perusahaan ini tidak memberikan kontribusi kepada rakyat Papua. Kasihan masyarakat yang korban. Mereka tidak tahu apa-apa, tiba-tiba ditembak,” kata Edo Kaize. (*) 

Sebelumnya

DPRP didesak bantu tuntaskan kasus penembakan di Deiyai

Selanjutnya

Pelantikan MRP tidak harus menunggu 14 kursi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe