Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Nasib tambang nikel Vale di Kaledonia Baru tidak pasti
  • Selasa, 08 Agustus 2017 — 20:12
  • 1251x views

Nasib tambang nikel Vale di Kaledonia Baru tidak pasti

Tawaran pendanaan tersebut diumumkan langsung oleh Perdana Menteri Prancis, Manuel Valls untuk membantu menopang perekonomian lokal dan wilayah  yang sangat bergantung pada produksi nikel itu.
Tambang pengolahan Nikel miliki Vale pada di Goro, Kaledonia Baru - AFP foto/Fred Payet
RNZI
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Kaledonia Baru, Jubi –  Ketidakpastian  akan masa depan tambang Nikel Vale di Goro, Kaledonia Baru masih terus berlanjut.

Serikat buruh telah diberi pengarahan oleh kepala Vale setempat, Daryush Khoshneviss, sekembalinya dia dari kantor pusat perusahaan itu di Brasil.

Beberapa serikat buruh menyatakan bahwa isu penutupan pabrik mungkin sudah tidak ada lagi dalam agenda.

Sebulan lalu, CEO baru dari konglomerat pertambangan Brasil Vale, Fabio Shvartsman sudah  mengisyarakatkan kepada Kaledonia Baru jika tidak ada solusi yang bisa ditetapkan untuk mengatasi masalah tambang yang terus mebuat kerugian di Goro, maka operasi tambang Nikel tersebut harus ditutup.

Meskipun Khoshneviss mengatakan dirinya tidak ingin menginvestasikan lebih banyak dana ke tambang ini, serikat pekerja menafsirkan komentar terbaru dari Khoshneviss dengan lebih optimis.

Upaya sedang dilakukan oleh kalangan politisi dan serikat pekerja untuk menyelamatkan pabrik yang mempekerjakan ribuan orang tersebut.

Biaya produksi pabrik ini terlalu tinggi untuk dapat membawa keuntungan bagi pabrik dan prospeknya pun tidak cerah.

November 2016 lalu Vale mengatakan pinjaman sebesar US $200 juta dari Prancis telah mengurangi risiko penutupan pabrik yang bernilai milliaran dollar itu.

Tawaran pendanaan tersebut diumumkan langsung oleh Perdana Menteri Prancis, Manuel Valls untuk membantu menopang perekonomian lokal dan wilayah  yang sangat bergantung pada produksi nikel itu.

Sebuah laporan finansial mengatakan pabrik pertambangan Vale di Kaledonia Baru telah menghabiskan dana sebesar US$ 1,3 Miliar dalam tiga tahun terakhir dan harus ditutup karena tidak mendatangkan laba sama sekali.

Keputusan dari dewan jajaran direktur Vale tentang nasib akhir pabrik Nikel di Kaledonia Baru akan diambil bulan ini.(Elisabeth C. Giay)

loading...

Sebelumnya

Kantong dan botol plastik segera dilarang di Vanuatu

Selanjutnya

Deklarasi Brisbane: Usaha memahami krisis lingkungan di Pasifik

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe