Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Jawa
  3. Dua kecamatan di Tangerang rawan kekerasan seksual
  • Rabu, 09 Agustus 2017 — 16:28
  • 1111x views

Dua kecamatan di Tangerang rawan kekerasan seksual

Bahkan, di lokasi tersebut juga rawan eksploitasi perempuan dan perdagangan orang dengan alasan untuk diperkerjakan di daerah tertentu dengan gaji yang menjanjikan.
Ilustrasi. Jubi/Shutterstock
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syam Terrajana

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Tangerang, Jubi - Aparat Dinas Sosial (Dinsos) Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, telah melakukan pendataan di Kecamatan Rajeg dan Pasar Kemis yang merupakan lokasi rawan terhadap kekerasan seksual perempuan dan anak.

"Kami telah memiliki agen untuk kegiatan sosial dan pemantau kekerasan anak dan perempuan tiap kecamatan," kata Kepala Dinsos Pemkab Tangerang Arsyad Husein.

Berdasarkan hasil kerja agen itu, kata Arsyad, dua di antara 29 kecamatan, yakni Kecamatan Rajeg dan Pasar Kemis, merupakan lokasi yang rentan terhadap kekerasan anak dan perempuan.

Bahkan, di lokasi tersebut juga rawan eksploitasi perempuan dan perdagangan orang dengan alasan untuk diperkerjakan di daerah tertentu dengan gaji yang menjanjikan.

Padahal, ketika perempuan itu bersedia bekerja, mereka malah menjadi korban pelecehan seksual dan menjadi prostitusi.

Menurut dia, pihaknya memberikan bantuan dan bimbingan kepada korban perdagangan orang tersebut dengan cara mengikutsertakan mereka pada pelatihan keterampilan agar dapat hidup mandiri.

Dinsos setempat juga memberikan penguatan mental agar korban perdagangan orang dapat hidup tanpa ketergantungan pada orang lain.

Program tersebut mendapat apresiasi dari sekitar 90 korban perdagangan orang dan kekerasan seksual perempuan dan anak di wilayah ini.

Agen yang ada di tiap kecamatan akan membawa korban ke panti rehabilitasi di Kecamatan Jayanti untuk mendapatkan pelatihan keterampilan.

Demikian pula, agen juga memantau perkembangan para korban pascapelatihan sehingga dapat hidup tanpa ketergantungan pada pihak lain.

"Banyak juga di antara korban itu menjadi tukang jahit, membuka salon kecantikan, dan membuka usaha warung makanan," katanya.

Program pembinaan terhadap korban diharapkan dapat digelar secara berkala agar mereka dapat hidup mandiri.(*)
 

#

Sebelumnya

Bupati Deiyai: Hukum berat pelaku penembakan

Selanjutnya

Ada calon haji bawa sekantong kerikil untuk melontar jumroh

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe