Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. PT Dongeng Prabawa tak pernah perhatian pemilik ulayat
  • Rabu, 09 Agustus 2017 — 18:21
  • 727x views

PT Dongeng Prabawa tak pernah perhatian pemilik ulayat

Masyarakat di  Kampung Nakias, Distrik Ngguti, Kabupaten Merauke mengungkapkan kekecewaan mereka lantaran  PT Dongeng Prabawa (Korindo Grup) yang beroperasi sejak tahun 2009 di Maam dengan membuka lahan untuk perkebunan kelapa sawit, tidak memberikan perhatian sama sekali kepada masyarakat adat pemilik tanah ulayat.
Mariana Dinaulik, salah seorang pemilik ulayat di Maam Kampung Nakias yang sedang bicara terkait ketidakadilan dari PT Dongeng Prabawa – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
frans@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Merauke, Jubi - Masyarakat di  Kampung Nakias, Distrik Ngguti, Kabupaten Merauke mengungkapkan kekecewaan mereka lantaran  PT Dongeng Prabawa (Korindo Grup) yang beroperasi sejak tahun 2009 di Maam dengan membuka lahan untuk perkebunan kelapa sawit, tidak memberikan perhatian sama sekali kepada masyarakat adat pemilik tanah ulayat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kampung Nakias, Melkior Wayoken, saat jumpa pers di Aula Biara MSC, Rabu (9/8/2017). 

“Kami mendapatkan informasi jika pihak perusahan mengklaim masyarakat Nakias yang nota bene pemilik tanah di wilayah Maam, hidupnya sudah sejahtera. Katanya warga sudah tak mencari buaya lagi, memangkur sagu,  serta tak keluar masuk rawa mencari ikan karena sudah diperhatikan. Saya sebagai kepala kampung mengetahui kehidupan masyarakat dari waktu ke waktu. Jadi, apa yang disampaikan perusahan, adalah pembohongan,” kata Melkior.

Kehidupan masyarakat di Kampung Nakias dari dulu sampai sekarang tidak pernah mengalami perubahan. Mereka melakukan rutinitas seperti mencari ikan, memangkur sagu, serta kegiatan lain untuk menafkahi keluarga. Selama ini tak ada jaminan atau perhatian khusus dari PT Dongeng Prabawa.

 “Saya juga menegaskan bahwa lahan di Maam yang dimanfaatkan perusahan untuk investasi kelapa sawit adalah milik marga Dinaulik. Mereka ini yang selama ini dianaktirikan dan tak diperhatikan sama sekali oleh perusahan,” tuturnya.

Selama ini, katanya, ada pihak lain mengambil keuntungan untuk kepentingan dirinya.

“Kita buka-bukaan sekarang, agar semua orang tahu dengan pasti kepemilikan hutan di Maam yang telah dibabat untuk investasi kelapa sawit,” katanya.

Direktur SKP Keuskupan Agung Merauke (KAME), Pastor Anselmus Amo, MSC mengatakan selama in, pihaknya melakukan advokasi serta pendampingan terhadap masyarakat adat.

“Kami ingin memperjuangkan suara masyarakat adat agar diketahui banyak orang. Disamping itu, tetap diberikan pemahaman tentang investasi,” tuturnya.

Selama ini, jelas Pastor Amo, masyarakat adat menolak dengan tegas hutannya dibabat untuk kepentingan kelapa sawit.  Karenanya, SKP-KAME memperkuat dengan melakukan pendampingan secara kontinyu kepada mereka.

“Apa yang kami lakukan semata-mata agar hutan dan kelestarian alam masyarakat adat tetap dilindungi dan dijaga dengan baik demi generasi anak cucunya,” kata dia. (*)
 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Pastor Ansel: Gereja tak tinggal diam jika hutan masyarakat adat ‘dirampok’

Selanjutnya

PT Korindo Grup mengaku bayar lahan sawit kepada 17 marga

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe