Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Pemeritah Solomon diminta investigasi perusahaan logging di Malaita
  • Kamis, 10 Agustus 2017 — 18:01
  • 553x views

Pemeritah Solomon diminta investigasi perusahaan logging di Malaita

Bukannya memberitahukan temuan mereka, perusahaan ini malah mulai melakukan penebangan kayu pada bulan Maret dan menghancurkan hutan bakau, sesuai keprihatinan warga setempat dan kelompok konservasi alam.
Penebangan dan penimbunan hutan bakau - Solomon Star/Joel
RNZI
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Honiara, Jubi – Seorang aktivis pelestarian lingkungan di Kepulauan Solomon meminta penyelidikan atas keabsahan hukum dan ijin operasi perusahaan penebangan kayu yang diduga menghancurkan dua hektar hutan bakau di Provinsi Malaita, Kepulauan Solomon.

John Atitete adalah seorang aktifis yang membantu menjalankan progam inisiatif konservasi di Are'Are Timur di Malaita Selatan yang bertujuan melindungi hutan bakau dan ekosistem laut.

Atitete mengatakan Perusahaan MEGA milik Malaysia yang melakukan loging  diminta untuk menilai dampak lingkungan dari kegiatannya di Rurata pada bulan Maret 2017 lalu.

Dia mengatakan berdasarkan analisis dampak lingkungan tersebut, perusahaan MEGA wajib  menginformasikan kepada masyarakat setempat mengenai temuan mereka pada bulan April sebelum mulai melakukan penebangan hutan kembali.

Atitete mengatakan bukannya memberitahukan temuan mereka, perusahaan ini malah mulai melakukan penebangan kayu pada bulan Maret dan menghancurkan hutan bakau, sesuai keprihatinan warga setempat dan kelompok konservasi alam.

Menurut aktivis konservasionis ini, pemerintah Solomon perlu menyelidiki operasi penebangan kayu dari MEGA.

"Saya ingin kementerian terkait yaitu bidang Lingkungan Hidup dan bidang Kehutanan melakukan investigasi atas isu ini sehingga mereka mungkin dapat menghentikan operasi perusahaan ini," katanya.

"Atau mungkin mereka bisa melakukan analisis mengenai kekayaan keanekaragaman hayati yang ada di sana dan seberapa besar ekosistem serta flora dan fauna yang dapat terkena dampak polusi yang akan terjadi di lokasi tersebut."

John Atitete mengatakan dia bermaksud melakukan penilaian sendiri atas dampak operasi penebangan kayu tersebut.

Koran Solomon Star (3/8) melaporkan perusahaan loging MEGA menebang hutan bakau untuk menggunakan pepohonan sebagai tiang untuk dermaga baru yang sedang dibangunnya.

Warga setempat juga khawatir perusahaan tersebut berhasil mengekstraksi karang dari terumbu karang untuk membangun dermaga mereka.(Elisabeth C. Giay)

Sebelumnya

Tonga masih dihantui kaki gajah

Selanjutnya

PBB: Melindungi hak dan martabat orang asli sama dengan melindungi hak semua orang

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe