Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Kasus Paniai, umumkan dulu hasil investigasi baru bicara autopsi
  • Rabu, 12 Oktober 2016 — 11:29
  • 572x views

Kasus Paniai, umumkan dulu hasil investigasi baru bicara autopsi

“Kami minta umumkan hasil investigasi dari Mabes Polri, TNI dan Komnas HAM itu sesuai surat permintaan Komnas HAM sendiri,” kata dia sambil merujuk pada 2 surat KOMNAS kepada TNI-Polri terkait investigasi kasus Paniai, yang ditandatangani Ketua Komnas HAM, M. Imdadun Rahmat tertanggal 19 September 2016.
Gambar Baliho berukuran 4×4 yang berdiri gagah di depan Kantor Distrik Paniai Timur, Kota Enarotali – Jubi/Abeth You
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Zely Ariane

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) dari wilayah adat Meepago, Yones Douw, menegaskan siapapun dipersilahkan turun lakukan autopsi terhadap empat jasad siswa di lapangan Karel Gobay Enarotali, yang ditembak oknum aparat gabungan dalam kasus Paniai Berdarah 8 Desember 2014 lalu.

“Entah siapapun boleh turun lakukan autopsi terhadap jasad empat siswa di Enarotali, Paniai. Tapi, yang dituntut kepada Mabes Polri, Mabes TNI dan Komnas HAM adalah segera mengumumkann hasil investigasi yang dilakukan oleh mereka waktu itu,” kata aktivis HAM Meepago, Yones Douw melalui sambungan telpon, Selasa, (11/10/2016).

Menurut Yones, hal itu merupakan bukti pertanggungjawaban kepada publik, terutama korban dan keluarga korban di Paniai, agar bisa melakukan investigasi selanjutnya. “Jelas, kami tetap menolak otopsi sebelum ada pengumuman hasil investigasi itu,” kata Douw.

“Kami minta umumkan hasil investigasi dari Mabes Polri, TNI dan Komnas HAM itu sesuai surat permintaan Komnas HAM sendiri,” kata dia sambil merujuk pada 2 surat KOMNAS kepada TNI-Polri terkait investigasi kasus Paniai, yang ditandatangani Ketua Komnas HAM, M. Imdadun Rahmat tertanggal 19 September 2016.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Dewan Adat Daerah (DAD) Paniai, John NR. Gobay, menegaskan bahwa autopsi tak perlu terlalu cepat diminta.

“Gelar perkara dibuat, saksi, bukti yang ada itu digelar dulu,” kata John kesal.

“Proses investigasi belum dijalankan tapi minta autopsi. Saya duga ini agenda titipan salah satu institusi,” katanya.

Lebih lanjut ditegaskan Gobay, korban kasus Paniai Berdarah bukan hanya yang meninggal dunia, namun ada lain yang masih hidup sampai sekarang.

“Ada proyektil dari korban yang dirawat di RSUD Paniai yang pernah diberikan oleh dokter RSUD Paniai ke tim laboratorium Mabes Polri.  Tolong Mabes Polri umumkan itu milik siapa. Jangan bungkam seribu bahasa,” tegas sekretaris II Dewan Adat Papua ini.(*)

loading...

Sebelumnya

Tak benar Bupati Pegubin dikendalikan tim sukses

Selanjutnya

Keluarga almarhum Rojit mengaku tak puas Dolfianus divonis tujuh tahun

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 3589x views
Anim Ha |— Sabtu, 10 Februari 2018 WP | 2630x views
Penkes |— Senin, 12 Februari 2018 WP | 2462x views
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe