Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Otonomi
  3. Pemprov Papua ajak masyarakat cegah kekerasan perempuan dan anak
  • Jumat, 11 Agustus 2017 — 17:50
  • 793x views

Pemprov Papua ajak masyarakat cegah kekerasan perempuan dan anak

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua, Anike Rawar mengatakan dalam menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, pemerintah provinsi membutuhkan dukungan dan komitmen bersama dari seluruh elemen masyarakat.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua, Anike Rawar bersama Sekretaris Daerah Papua, Hery Dosinaen - Dok Jubi
Alexander Loen
alex@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mengajak masyarakat se-Papua terlibat aktif mencegah terjadinya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua, Anike Rawar mengatakan dalam menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, pemerintah provinsi membutuhkan dukungan dan komitmen bersama dari seluruh elemen masyarakat.

"Keterlibatan dan peran seluruh elemen masyarakat ini sangat penting, dalam mendukung pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Papua," kata Anike saat temu koordinasi partisipasi publik, untuk kesejahteraan perempuan dan anak dengan lembaga mayarakat, dunia usaha dan media, di Jayapura, Jumat (11/8/2017).

Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah provinsi maupun lembaga masyarakat, dunia usaha maupun media dalam mendukung tiga program unggulan dari kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, yakni akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhiri perdagangan manusia dan akhiri kesenjangan ekonomi bagi perempuan.

"Untuk memastikan tiga program unggulan tersebut berjalan dengan baik dan mencapai tujuan, kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak perlu menggalang partisipasi semua pihak, tidak hanya sesama pemerintah baik pusat maupun daerah," ucapnya.

Untuk itu, dalam rangka program tersebut, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bekerjasama dengan pemerintah Provinsi Papua melalui pihaknya melaksanakan ini.

"Dengan adanya partisipasi publik yang diikuti 11 kabupaten ini, sangat bermanfaat guna mengangkat bersama-sama masalah kekerasan perempuan dan anak yang terjadi di Papua," kata Anike.

Dia menambahkan, tujuan kegiatan ini adalah untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Papua. Untuk itu, kekerasan terhadap perempuan dan anak di Papua dari tahun ke tahun mengalami penurunan.

Secara terpisah, Sekretaris Daerah Papua Hery Dosinaen mengatakan pemerintah provinsi mengaku sangat komitmen untuk memberikan perlindungan kepada anak-anak Papua, terutama kepada anak-anak yang sedang berhadapan dengan hukum.

"Sesuai dengan konvensi hak-hak anak, segala keputusan yang berkaitan dengan anak harus menjadikan kepentingan anak sebagai pertimbangan utama," kata Hery.

Dengan demikian sudah menjadi tugas pemerintah, untuk memastikan anak-anak yang berhadapan dengan hukum tetap terpenuhi hak-haknya sebagai anak, dan terjaga sebagai manusia yang utuh. 

"Memenjarakan anak dapat memperkuat kerentanan anak terhadap kekerasan, juga menghilangkan kemampuan anak untuk membela diri sebagai manusia di masa depan," ucapnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Pembayaran ganti rugi tanah warga Waibron tunggu kesepakatan

Selanjutnya

PKK kabupaten dan kota diminta mendata dasa wisma

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe