Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jawa
  3. Produksi garam DIY diharapkan untuk jangka panjang
  • Minggu, 13 Agustus 2017 — 15:51
  • 1376x views

Produksi garam DIY diharapkan untuk jangka panjang

Yogyakarta, Jubi - Wakil Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada Amirullah Setya Hardi berharap rencana produksi garam di Daerah Istimewa Yogyakarta bisa diproyeksikan untuk jangka panjang.
Ilustrasi. Jubi/liputan6.com
ANTARA
Editor : Syam Terrajana

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Yogyakarta, Jubi - Wakil Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada Amirullah Setya Hardi berharap rencana produksi garam di Daerah Istimewa Yogyakarta bisa diproyeksikan untuk jangka panjang.

"Saya berharap rencana itu bukan respons sesaat karena isu kelangkaan garam, melainkan bisa diproyeksikan untuk jangka panjang," kata Amirullah di Yogyakarta, Minggu ( 13/08/2017).

Rencana program produksi garam di Daerah Istimewa Yogyakarta sesuai keinginan Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X patut diapresiasi.

Meski demikian, dengan modal garis pantai yang cukup panjang, rencana produksi garam di DIY bisa betul-betul diproyeksikan untuk kebutuhan yang lebih luas. "Bukan hanya latah akan tetapi bagaimana agar bisa digarap secara serius," kata dia.

Untuk memastikan produksi garam bisa digarap, menurut dia, perlu dilakukan kajian mengenai kadar garam (salinitas) pantai di DIY, serta fasilitas penunjuang produksi. Setelah dipastikan baru dilanjutkan dengan pembinaan terhadap calon pelaku produksi garam.

"Insentif berupa dukungan teknologi serta tata niaga penjualan garam juga perlu menjadi perhatian selanjutnya," kata dia.

Sebagai negara maritim, menurut Amirullah, cukup ironi apabila kebutuhan garam masyarakat Indonesia justru ditutup dengan mengimpor dari luar negeri.

Kepala Bidang Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY Suwarman Partosuwiryo mengatakan rencana produksi garam memang untuk diproyeksikan jangka panjang.

DKP DIY telah memetakan enam titik lokasi produksi garam di Kabupaten Bantul, Gunung Kidul, dan Kulon Progo. Di Gunungkidul rencananya ada di Pantai Sepanjang dan di Pantai Nguyahan atau Ngrenehan (Kecamatan Saptosari), di Bantul ada Pantai Samas dan Pantai Goa Cemara, sedangkan di Kulon Progo itu ada di Pantai Trisik dan Pantai Bugel. (*)

 

loading...

#

Sebelumnya

PTPN II bangkrut, 20 ribu karyawan kehilangan pekerjaan 

Selanjutnya

Gubernur Papua minta polisi jaga netralitas di pilkada 2018

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe