Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Pemkab Jayawijaya dan Kementerian BUMN bahas tingkat kesulitan harga
  • Minggu, 13 Agustus 2017 — 17:41
  • 353x views

Pemkab Jayawijaya dan Kementerian BUMN bahas tingkat kesulitan harga

Pemerintah Kabupaten Jayawijaya bersama Kementerian BUMN, Sabtu (12/8/2017), di Gedung Wio Kantor Bupati melakukan pertemuan guna membahas tingkat kesulitan harga barang di Jayawijaya, terutama harga semen.
Pertemuan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dengan Kementerian BUMN di Gedung Wio - Jubi/Islami
Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Wamena, Jubi – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya bersama Kementerian BUMN, Sabtu (12/8/2017), di Gedung Wio Kantor Bupati melakukan pertemuan guna membahas tingkat kesulitan harga barang di Jayawijaya, terutama harga semen.

Sekda Jayawijaya, Yohanes Walilo, mengakui pertemuan ini dilakukan dengan Deputi Kementerian BUMN Bidang Pemasaran, dalam rangka menurunkan disparitas harga semen dan sembako dengan tingkat kesulitan di Papua, khususnya di Pegunungan Tengah Papua. Kehadiran mereka tidak hanya membicarakan satu komoditas tetapi semuanya.

"Kementerian BUMN ini kan mewakili beberapa bidang, sehingga yang kita coba untuk tekan adalah harga semen, khusus di Jayawijaya kita dapat head semen harganya Rp 375 ribu untuk 40 Kg," ungkapnya.

Untuk kerjasama ini, kata Walilo, pemerintah daerah akan bekerja sama dengan perusahaan Semen Indonesia. Harga yang dipatok Rp 275 ribu, untuk di Jayawijaya hanya menambah Rp 100 ribu, menjadi Rp 375 ribu.

Selain itu, salah satu jalan yang coba ditempuh pemerintah ialah membangun pabrik semen di Jayawijaya, agar menjawab kebutuhan di daerah pegunungan ini.

"Kalau ada pabrik di Wamena kan mungkin bisa menjawab kebutuhan dan harga bisa lebih ditekan. Untuk pembangunan di wilayah Pegunungan Tengah Papua dan ini pasti akan sangat membantu sekali," katanya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Jayawijaya, Samuel Manua, mengakui kenaikan harga semen ini salah satu penyebabnya dikarenakan tergelincirnya pesawat Tri MG yang selama ini mengangkut semen ke Wamena.

“Untuk harga sebelum pesawat Tri MG tergelincir itu Rp 400 ribu lebih. Setelah insiden itu  sekarang harga semen mencapai Rp 530 ribu. Saya sudah panggil pedagang untuk mengantisipasi hal ini.  Mereka mengaku jika untuk semen memang ada, hanya saja kalau tidak ada pesawat berarti sama saja," ucap Munua.

Untuk itu, dinas terkait juga telah mengarahkan para pedagang untuk menggunakan pengiriman semen lewat penerbangan lain untuk ketahanan semen di Jayawijaya.

Dinas Perindakop juga minta bantuan dari TNI AU untuk bisa membantu mengangkut semen dari Jayapura, Timika, dan Merauke ke Jayawijaya dan mereka menyatakan siap membantu.

"Jadi kalau pesawat Hercules sudah mengangkat semen, harganya juga akan stabil seperti masih diangkut Tri MG itu bisa bertahan dan tidak ada kenaikan. Namun pesawat Hercules saat ini sedang mengalami masalah di Merauke," tuturnya. (*)
 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Bupati: Pelaksanaan Festival Lembah Baliem tahun depan harus lebih baik

Selanjutnya

Bupati: Dana kampung harus dikelola dengan baik

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe