Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Konfrontasi Korea Utara-Trump perkuat sentimen kemerdekaan Guam
  • Senin, 14 Agustus 2017 — 05:41
  • 957x views

Konfrontasi Korea Utara-Trump perkuat sentimen kemerdekaan Guam

Menurut Bevacqua sepuluh tahun lalu tidak ada kandidat legislatif lokal yang mendukung kemerdekaan, tapi November lalu lima dari 15 orang terpilih mendukung atau terbuka pada kemerdekaan.
Hagåtña, ibukota Guam – Wikimedia Commons/Abasaa
PINA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Ancaman serangan misil oleh Korea Utara memperkuat dukungan terhadap kemerdekaan (Guam) dari Amerika Serikat, demikian pernyataan para advokat kemerdekaan Guam.

Mereka sendiri mengakui bahwa selama ini kemerdekaan merupakan opsi paling tidak populer dalam debat publik t maskaita depan Guam.

Guam dihuni kurang lebih 160.000 jiwa dan wilayah ini diambil alih Amerika Serikat dari Spanyol pada tahun 1898.

Tapi menurut para advokat, dukungan untuk kemerdekaan Guam meningkat secara dramatis setahun belakangan ini, dan hasutan perang antara Presiden Donald Trump dengan pemerintah Korea Utara minggu ini membuat opsi ini semakin menarik.

"Satu setengah hari ini sangat produktif bagi orang-orang yang bergulat dengan isu ini," ujar pendukung kemerdekaan Michael Bevacqua, pengajar Studi Chamorro di University of Guam.

"Banyak rasa was-was dan takut di Guam disebabkan Donald Trump dan perilakunya yang impulsif,” tambahnya. "Sebelum ini, kita hanya mendengar retorika khayalan dari Korea Utara, tapi beberapa hari terakhir ini ketika Korea Utara mengatakan sesuatu yang agresif, Trump menanggapi dengan lebih agresif lagi."

Hari Selasa lalu Trump mengingatkan Korea Utara akan api murka yang belum pernah dilihat dunia, menanggapi sebuah laporan bahwa negara itu memiliki peluru kendali yang siap diluncurkan. Pada hari Rabu Korea Utara membalasnya dengan rencana peluncuran rudal 30-40 kilometer dari Guam.

"Kami tidak mau jadi bagian negara yang diwakili Trump," kata Victoria-Lola Leon Guerrero, seorang pendukung kemerdekaan.

Menurut Leon Guerrero, sentimen anti-Trump sudah ada sebelum isu ini mengemuka, juga ancaman dari Korea Utara. Tapi menurutnya Trump membuat ancaman Korea Utara semakin kuat dan semakin langsung.

Leon Guerrero mengatakan bahwa liputan minggu ini membuka mata orang Guam betapa terpisahnya hidup mereka dari Amerika daratan.

Warga Guam bereaksi di media sosial ketika beberapa berita mengatakan bahwa hanya beberapa ribu orang Amerika yang akan terkena dampak dari serangan ini, sementara sebuah surat kabar terkemuka mengatakan bahwa Guam negara berdaulat.

Voting tentang status politik mungkin akan dilaksanakan di masa yang akan datang, tapi proses ini macet karena pemerintah lokal sedang naik banding soal kelayakan memilih. Isu soal kelayakan ini menyebabkan ketegangan antara etnis orang asli Chamorro dan mereka yang baru datang.

Orang yang lahir di Guam merupakan warga negara Amerika Serikat, tapi wakil mereka di Kongres tidak bisa ikut memilih. Guam juga tidak mempengaruhi pemilihan presiden karena mereka tidak memiliki hak pilih (electoral vote).

Pulau ini salah satu dari 17 daerah yang dikategorikan PBB sebagai wilayah yang tak memiliki pemerintahan sendiri.

Leon Guerrero dan Bevacqua memimpin Satuan Tugas untuk Kemerdekaan Guam (Independence for Guam Task Force), kelompok advokasi yang berada di bawah Komisi Dekolonisasi bentukan pemerintah Guam. Komisi ini dibentuk dua dekade lalu untuk mendidik warga tentang opsi-opsi merdeka.

Satgas lain mengadvokasi negara bagian atau bentuk asosiasi bebas, kemerdekaan dengan perjanjian yang mungkin bentuknya sama dengan hubungan Denmark dengan Greenland atau hubungan antara Amerika Serikat dengan Palau, Mikronesia dan Kepulauan Marshall.

Dukungan untuk kemerdekaan Guam sulit diukur. Sebuah survei baru-baru ini menunjukkan bahwa dukungan untuk kemerdekaan ada dalam rentang 20-30% menurut Bevacqua.

Menurut Bevacqua sepuluh tahun lalu tidak ada kandidat legislatif lokal yang mendukung kemerdekaan, tapi November lalu lima dari 15 orang terpilih mendukung atau terbuka pada kemerdekaan.

Bukti yang Leon Guerrero berikan berdasarkan cerita seperti perlunya mengganti ruangan a karena terlalu banyak hadirin.

Kemerdekaan dengan perginya militer AS secara bertahap bukan satu-satunya opsi orang Guam.

Gubernur Eddie Calvo, politisi dari Partai Republikan yang mendukung Guam menjadi negara bagian, mendukung tanggapan Trump terhadap Korea Utara.

Amanda Blas, mantan jurnalis dan jubir Calvo yang sekarang menjadi Direktur eksekutif Komisi Dekolonisasi, mengaku netral, tapi ancaman baru-baru ini membuat orang-orang berpikir, “sebagai contoh, kemerdekaan: Apakah kita masih akan jadi target? Demikian juga dengan asosiasi bebas."

Blas mengatakan bahwa dia masih belum mendengar argumen bahwa menjadi negara bagian lebih baik untuk melindungi Guam, tapi opsi ini akan menumbuhkan patriotisme dan rasa memiliki.

Dennis Lennox, seorang pekerja partai Republikan menyebut pembicaraan tentang kemerdekaan ini bodoh.

"Siapa pun yang mengatakan Guam bisa merdeka tidak serius. Guam tidak punya perangkat untuk melindungi dirinya sendiri dan menjalankan negara – siapa yang akan membiayai layanan di luar negeri dan kedutaan?" tambahnya, argumen yang biasa dipakai untuk melawan kemerdekaan.

Sementara penduduk berpikir tentang masa depan mereka, advokat asosiasi bebas Adrian Cruz mengatakan, "Kami sangat patriotis dan tidak mau menyingkirkan AS."

Kebanyakan orang Guam memiliki keluarga di militer AS, tapi jarak dari daratan dan keadaan membuat asosiasi bebas jadi ide menarik.(L. J. Giay)

*Ditulis oleh Steven Nelson 

loading...

Sebelumnya

PBB: Melindungi hak dan martabat orang asli sama dengan melindungi hak semua orang

Selanjutnya

2018, Festival Pertanian Nasional diadakan di Vanuatu

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe