Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Kematian terkini di Pulau Manus, Australia dituding bertanggung jawab
  • Senin, 14 Agustus 2017 — 06:03
  • 911x views

Kematian terkini di Pulau Manus, Australia dituding bertanggung jawab

Jenazah Hamed Shamshiripour, seorang pencari suaka asal Iran, ditemukan menggantungkan diri pada hari Senin, 7 Agustus 2017.
Pengacara George Newhouse bersama advokat pencari suaka saat aksi solidaritas Australia untuk Hamed Shamshiripour – RNZI
RNZI
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Sydney, Jubi - Seorang pengacara hak asasi manusia di Australia mengatakan bahwa pemerintah Australia bertanggung jawab atas kematian terkini pengungsi di Pulau Manus, Papua Nugini.

Jenazah Hamed Shamshiripour, seorang pencari suaka asal Iran, ditemukan menggantungkan diri pada hari Senin, 7 Agustus 2017.

Dia adalah penghuni kelima yang meninggal di Manus.

George Newhouse, pengacara yang bertindak mewakili keluarga korban di Iran, mengatakan jejak dokumen yang 'mengarah ke level atas' menunjukkan pihak pemerintah mengahui keadaan mental Shamshiripour yang rapuh.

Newhouse menuturkan keluarga korban ingin mengetahui mengapa pemerintah Australia meninggalkan Shamshiripour tanpa pengawasan dan perawatan yang memadai terkait keadaan mentalnya di Pulau Manus.

"Keluarga Hamed Shamshiripour menginginkan keadilan. Mereka ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada anak mereka... dan mereka ingin tahu mengapa orang-orang di pemerintahan dan birokrasi Australia yang mengetahui tentang penyakit dan kerentanan mental Hamed tidak melakukan apa-apa untuk pengawasan ataupun perawatan, dan bertanggung jawab atas kejadian ini."

Newhouse juga mengatakan keluarga korban mendesak agar dilakukan sebuah otopsi independen secepat mungkin untuk menentukan penyebab kematian Hamed.

Hasil otopsi polisi PNG menunjukkan peluang adanya permainan licik untuk menghilangkan nyawa korban secara sengaja.

Pengungsi di Pusat Penahanan di Pulau Manus juga menyerukan agar dilakukan penyelidikan atas kematian tersebut, yang menurut mereka mencurigakan.

Sementara itu protes damai yang dilakukan para pengungsi terhadap pembatasan listrik dan air di beberapa kompleks dalam pusat penahanan terus berlanjut, dan telah memasuki hari ke-12 tanggal 12 Agustus 2017 kemarin.(Elisabeth C. Giay)

loading...

Sebelumnya

Organisasi Apoteker Kaledonia Baru batalkan rencana mogok

Selanjutnya

Di Darwin, pekerja Vanuatu akan bekerja di peternakan buaya

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe