Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Stok berkurang, harga garam di Enarotali naik
  • Senin, 14 Agustus 2017 — 15:08
  • 599x views

Stok berkurang, harga garam di Enarotali naik

Akibat stok berkurang membuat harga garam di Pasar Enarotali, Kabupaten Paniai, naik. Saat ini harga garam bungkus kecil dijual Rp 5 ribu. Sementara harga garam kemasan naik dua kali lipat, dari Rp 5 ribu menjadi Rp 10 ribu per bungkus.
Garam meja bermerek yang dijual di Pasar Enarotali Rp 10 ribu per bungkus – Jubi/Abeth You
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Paniai, Jubi - Akibat stok berkurang membuat harga garam di Pasar Enarotali, Kabupaten Paniai, naik. Saat ini harga garam bungkus kecil dijual Rp 5 ribu. Sementara harga garam kemasan naik dua kali lipat, dari Rp 5 ribu menjadi Rp 10 ribu per bungkus.

Yusril, seorang pedangan di Pasar Enarotali, mengatakan sebelumnya harga garam dapur kemasan 250 gram rata-rata Rp 3 ribu per bungkus.

“Harga garam mulai naik sejak seminggu setelah Lebaran. Garam beryodium kami jual Rp 3 ribu. Kalau beli dua bisa Rp 5 ribu. Tapi sekarang sebungkus harganya Rp 5 ribu,” ujar Yusril, saat ditemui Jubi, Senin, (14/7/2017).

Ia menjelaskan harga garam tergantung dari mereknya. Namun karena adanya kenaikan harga di tingkat sales, pihaknya menjual garam dapur kemasan 250 gram seharga Rp 3 ribu hingga Rp 5 ribu per bungkus.

Biasanya, kata dia, menjual garam dapur kepada para pedagang dalam ukuran per pak dengan isi 20 bungkus ukuran 250 gram seharga Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu. Setelah ada kenaikaan harganya menjadi Rp 50 ribu hingga Rp 70 ribu.

Pedagang lainnya, Kiki, mengakui jika kenaikan harga garam dapur saat ini mencapai Rp 5 ribu per bungkus dengan kemasan 250 gram.

“Karena lagi naik, karena stoknya sedikit ya mau tidak mau pedagang jadi kasih naik harga.  Sama seperti yang lain, naik jadi Rp 5 ribu per bungkus dari yang semula Rp 3 ribu. Tergantung mereknya dan naiknya paling tinggi Rp 1.000 per bungkus,” kata Kiki.

Kiki mengatakan bila kenaikan harga tersebut tak terlalu berdampak bagi dirinya. Pasalnya permintaan garam dapur di pasaran saat ini relatif stabil.

“Mahal begini kita (pedagang) yang rugi. Soalnya kita beli mahal, jual mahal. Tapi saat ini konsumennya sedikit, apalagi ibu-ibu rumah tangga beli hanya per satuan bungkus 250 gram,” imbuhnya.

Warga Paniai, Ria (33), mengatakan pihaknya kaget ketika hendak membeli garam sebab harganya telah naik dua kali lipat.

“Memang kami kaget, karena harga naik. Tiba-tiba saja, apalah alasan kami belum tahu. Tapi, karena ini kebutuhan pokok, ya kami beli saja,” katanya di Pasar Enarotali. (*)

 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Wali Kota serahkan bantuan Koperasi dan UKM di Kota Jayapura

Selanjutnya

Satgas Investasi minta masyarakat waspadai UN Swissindo

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe