Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Seniman Jayapura: Kaderarisasi pemain suling tambur harus dilakukan
  • Senin, 14 Agustus 2017 — 16:39
  • 498x views

Seniman Jayapura: Kaderarisasi pemain suling tambur harus dilakukan

Momentum perayaan HUT RI biasa dimanfaatkan dengan menggelar sejumlah kegiatan dan lomba. Baik itu bakti sosial hingga pertandingan olahraga dan seni budaya. Suling tambur, salah satu jenis kegiatan yang biasa dilombakan dan dimainkan pada peringatan hari-hari besar dan dalam acara khusus penjemputan tamu dan juga mengisi acara.
Penampilan salah satu peserta suling tambur dalam lomba dalam rangka peringatan HUT RI ke-72 di Kabupaten Jayapura  – Jubi/Engel
Engelbert Wally
engellenny2509@gmail.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Sentani,Jubi - Momentum perayaan HUT RI biasa dimanfaatkan dengan menggelar sejumlah kegiatan dan lomba. Baik itu bakti sosial hingga pertandingan olahraga dan seni budaya. Suling tambur, salah satu jenis kegiatan yang biasa dilombakan dan dimainkan pada peringatan hari-hari besar dan dalam acara khusus penjemputan tamu dan juga mengisi acara.

Peringatan HUT RI ke-72 di Kabupaten Jayapura juga diadakan lomba suling tambur, yang diikuti empat peserta. Mereka memainkan lagu wajib Hari Kemerdekaan dan lagu pilihan sesuai pilihan masing-masing peserta.

Pada kesempatan ini yang disoroti adalah bukan jumlah tim dan siapa yang juara tetapi regenerasi dari masing-masing tim yang selalu terlibat dalam kegiatan ini.

Ekber Kopeuw,seniman di Kabupaten Jayapura, yang menjadi Ketua Juri pada lomba suling tambur yang dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Jayapur, Gunung Merah Sentani, Senin (14/8/2017), mengatakan sudah saatnya dilakukan kaderisasi pemain suling tambur.

"Suling tambur ini sudah merupakan budaya bagi masyarakat Papua pada umumnya tetapi juga secara khusus kami di kabupaten Jayapura. Dari penampil yang membawakan semua jenis musik dari semua tim, tidak ada perubahan. Artinya peserta yang tergabung dalam setiap tim semuanya adalah orang dewasa yang berumur diatas 40 tahun. Tentu akan berdampak dalam penampilan mereka," jelas Ekhber Kopeuw, di Sentani, Senin ( 14/8/2017).

Dikatakan, usia juga sangat mempengaruhi penampilan. Karena meniup suling dan memainkan tambur itu butuh stamina dan kekuatan serta pernafasan yang baik. 

"Usia diatas 40 tahun jelas sangat mempengaruhi penampilan para peserta. Dalam setiap penampilan ketika memainkan sebuah lagu dengan tingkat kesulitan masing-masing, dibutuhkan stamina dan juga pernafasan yang prima. Dengan demikian hasil yang dicapai juga akan maksimal. Kita berharap agar kelompok suling tambur di setiap kampung sudah bisa melakukan kaderisasi kepada generasi muda saat ini," ungkapnya.

John Hendrik, salah satu peserta suling tambur dari Kampung Kwadewar mengaku dalam usia 40 tahun ketas untuk  meniup suling sudah agak kesusahan, apalagi kalau ada lagu yang memiliki tingkat kesulitan cukup tinggi.

"Misalnya lagu-lagu yang memiliki tempo cepat, perlu pernafasan dan kekuatan fisik yang baik. Bukan hanya main bola saja, meniup suling juga perlu fisik yang prima. Karena dalam penampilan satu buah lagu yang dibutuhkan adalah kekompakan, harmonisasi, dan juga ritme. Hal ini bisa terwujud harus didukung kekuatan dan juga sering latihan," ungkapnya. (*)

 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Ratusan kendaraan ikut pawai merah putih di Sentani

Selanjutnya

Soal kampung adat, bupati minta pemuda berperan aktif 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe