Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Dunia
  3. Tiga organisasi kemanusiaan hentikan penyelamatan migran Laut Tengah
  • Senin, 14 Agustus 2017 — 17:33
  • 522x views

Tiga organisasi kemanusiaan hentikan penyelamatan migran Laut Tengah

Para penjaga pantai Libya memang seringkali bentrok dengan kapal-kapal organisasi kemanusiaan yang berada di pinggiran perairan Libya. Mereka bahkan beberapa kali mengeluarkan tembakan.
Ilustrasi. Jubi/getty images
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syam Terrajana

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Roma, Jubi - Tiga organisasi kemanusiaan menghentikan sementara operasi penyelamatan migran di Laut Tengah karena merasa terancam oleh pasukan penjaga pantai Libya.

Organisasi Dokter Tanpa Batas (Medicins sans Frontieres-MSF) pertama kali mengambil kebijakan tersebut, diikuti oleh Save the Children dan kelompok asal Jerman Sea Eye. Mereka mengatakan bahwa para staf tidak bisa lagi bekerja dengan aman karena sikap keras otoritas Libya.

"Kami meninggalkan jurang mematikan di Laut Tengah," kata pendiri Sea Eye, Michael Busch di akun Facebooknya, sambil menambahkan bahwa Libya telah mengeluarkan "ancaman eksplisit" terhadap organisasi non-pemerintah (NGO) yang beroperasi di sekitar perairannya.

Para penjaga pantai Libya memang seringkali bentrok dengan kapal-kapal organisasi kemanusiaan yang berada di pinggiran perairan Libya. Mereka bahkan beberapa kali mengeluarkan tembakan.

Otoritas penjaga pantai sendiri beralasan bahwa tembakan itu ditujukan untuk mempertahankan kendali atas operasi penyelamatan.

"Secara umum, kami tidak menolak keberadaan mereka. Namun kami meminta kerja sama dari mereka dengan pemerintah Libya. Mereka harus menunjukkan rasa hormat terhadap kedaulatan Libya," kata juru bicara penjaga pantai Ayoub Qassem.

Ketegangan juga meningkat antara sejumlah organisasi kemanusiaan dengan pemerintah Italia--yang secara implisit menuding mereka memfasilitasi penyelundupan manusia. Di sisi lain, Italia juga ingin agar penjaga pantai Libya punya peran lebih dalam menghambat keberangkatan migran dari wilayah mereka.

Isu pendatang telah mendominasi wacana politik di Italia jelang pemilu tahun lalu. Opini publik kian menolak para migran. Hampir 600.000 migran telah tiba di Italia sepanjang empat tahun terakhir.Lebih dari 13.000 migran yang tewas saat berupaya mengarungi Laut Tengah. (*)


 


 


 


 


 

loading...

#

Sebelumnya

20.000 telur tercemar Fipronil ditemukan di Polandia

Selanjutnya

Dorong industri farmasi lokal, Sudan hentikan impor obat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe