Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Satgas Investasi minta masyarakat waspadai UN Swissindo
  • Senin, 14 Agustus 2017 — 19:31
  • 1308x views

Satgas Investasi minta masyarakat waspadai UN Swissindo

Terindikasi merugikan industri jasa keuangan dan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) minta masyarakat tak tergiur dengan modus janji pelunasan hutang dan peningkatan kesejahteraan oleh United Nations Swissindo World Trust International Orbit (UN Swissindo) yang disinyalir sudah ada di Papua.
Kepala Perwakilan OJK bersama pimpinan perbankan dan tim satgas investasi - Jubi/Sindung 
Sindung Sukoco
sindung@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Terindikasi merugikan industri jasa keuangan dan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) minta masyarakat tak tergiur dengan modus janji pelunasan hutang dan peningkatan kesejahteraan oleh United Nations Swissindo World Trust International Orbit (UN Swissindo) yang disinyalir sudah ada di Papua.

Kepala Otoritas Jasa Keungan Papua dan Papua Barat, Misran Pasaribu, menegaskan berdasarkan pertemuan satgas Waspada Investasi Provinsi Papua bersama Polda Papua, Kejaksaaan Tinggi Papua, Kodam XVII Cenderawasih, Bank Indonesia Papua, serta perbankan disimpulkan UN Swissindo merupakan lembaga yang tidak jelas dasar hukumnya.

"Masyarakat jangan tergiur untuk mengikuti apa yang dijelaskan Swissindo. Ini ada penipuan yang merugikan lembaga keuangan," ujarnya.

OJK juga mensinyalir adanya pencairan dana dari voucher yang dijanjikan  kepada masyarakat di Bank Mandiri pada 17-18 Agustus 2017 mendatang adalah penipuan. Bank Mandiri tidak pernah bekerjasama dengan UN Swissindo. 

"Bank Mandiri telah mengklarifikasi tidak benar adanya uang yang diungkapkan oleh UN Swissindo tersebut," tegasnya.

Pasaribu juga merilis UN Swissindo di berbagai daerah telah merugikan 162 nasabah dengan total jumlah kerugian Rp 6,7 miliar.

"Kami mencatat ada beberapa daerah seperti Jambi, Cirebon, Purwokerto, Tasikmalaya, Bengkulu, Kalsel, Sumut, Sumbar, Lampung, Pekanbaru, Kaltim, Bali, Sulteng, Sulse,l dan Gorontalo,” katanya.

Tito Irianto, CEO Regional XII PT Bank Mandiri, menegaskan pihaknya tak pernah kerjasama dan mengelola uang UN Swissindo.

"Saya kira sudah jelas bahwa kami tak pernah bekerjasama dan mengelola uang dari UN Swissindo," katanya singkat.

Sementaraitu, Fredy, Koordinator UN Swissindo Papua, mengatakan pihaknya tak memungut biaya sepeserpun terkait pembagian voucher M1 yang diklaim bisa mencairkan seharga Rp 15,3 juta.

"Kalau ini memang masyarakat harus bayar, tunjukkan ke saya sebab kami bekerja untuk masyarakat. Kami bukan investasi seperti yang dibilang OJK. Kami tak pernah minta atau membayar nasabah. Tanggal 18 Agustus nanti, kami perlu menjelaskan bahwa itu bukan mencairkan dana tetapi registrasi rekening di Bank Mandiri,” katanya. (*)

 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Stok berkurang, harga garam di Enarotali naik

Selanjutnya

Jualan susu kedelai dan kacang ijo demi biaya sekolah anak

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe