Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Setidaknya 2200 orang terjangkit demam berdarah di Fiji 2017
  • Rabu, 16 Agustus 2017 — 07:05
  • 631x views

Setidaknya 2200 orang terjangkit demam berdarah di Fiji 2017

Menteri Kesehatan, Rosy Akbar mengatakan berdasarkan studi yang mereka lakukan, demam berdarah adalah salah satu ancaman kesehatan bagi Fiji.
Lebih dari 2200 orang di Fji telah terinfeksi demam berdarah dalam periode Januari- Juni 2017 dan mengakibatkan 6 korban jiwa – RNZI
RNZI
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Suva, Jubi - Kementerian Kesehatan Fiji menyatakan lebih dari 2200 orang telah terinfeksi penyakit demam berdarah di negara itu dalam enam bulan pertama di tahun 2017.

Penyakit yang disebarkan oleh nyamuk menurut mereka telah memakan korban nyawa enam orang di periode waktu tersebut.

Menteri Kesehatan, Rosy Akbar mengatakan kepada Fiji Broadcasting Corporation  berdasarkan studi yang mereka lakukan, demam berdarah adalah salah satu ancaman kesehatan bagi Fiji.

Minggu lalu Pemerintah Australia telah mengumumkan bahwa mereka akan menginvestasikan lebih dari US$ 8.6 Juta  dalam program percontohan untuk melawan penyakit-penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk di Fiji, Vanuatu, dan Kiribati.

Program ini akan membudidayakan bakteri serangga, Wolbachia, guna menghentikan nyamuk menyebarkan penyakit seperti demam berdarah, zika, dan chikungunya.

Selain itu program ini juga akan menitikberatkan pada inisiatif peningkatan gizi di daerah Pasifik, contohnya mengingkatkan produk lokal dan komunikasi kesehatan masyarakat.

Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop berkata bahwa demam berdarah menjangkit hingga satu juta orang tiap harinya di seluruh dunia.

Bishop juga menekankan bahwa wabah ini semakin merajalela di daerah Pasifik.

Demam berdarah menyerang sekitar 400 Juta orang di lebih dari 100 negara setiap tahunnya dan dapat menyebabkan demam tinggi, sakit kepala parah, sakit di belakang mata, nyeri otot atau tulang, yang apabila tidak ditanggulangi dengan sigap, dapat berujung pada kematian.(Elisabeth C. Giay)

loading...

Sebelumnya

Enam nelayan Indonesia divonis 18 tahun penjara di Vanuatu

Selanjutnya

Perusahaan Tiongkok buka tambak ikan pertama di French Polynesia

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe