Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Kalimantan
  3. Prihatin, banyak siswa alami penyakit seksual
  • Rabu, 12 Oktober 2016 — 15:27
  • 1862x views

Prihatin, banyak siswa alami penyakit seksual

Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Rimbun mengaku prihatin banyak ditemukannya pelajar mengidap penyakit kelamin atau infeksi menular seksual (IMS).
Ilustrasi. Banyak siswa di Sampit mengidap penyakit menular seksual. -- tempo.co
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Lina Nursanty

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Sampit, Jubi - Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Rimbun mengaku prihatin banyak ditemukannya pelajar mengidap penyakit kelamin atau infeksi menular seksual (IMS).

"Terakhir informasi yang kami terima sepanjang Januari-September 2016 sedikitnya ada 40 penderita penyakit kelamin, dan dari jumlah itu sembilan diantaranya masih berstatus pelajar," kata Rimbun kepada wartawan di Sampit, Rabu (12/10/2016).

Rimbun mengungkapkan penyebaran penyakit kelamin di kalangan pelajar Kotawaringin Timur diduga kuat akibat seks bebas.

Menurut dia, perlu penanganan serius agar IMS tidak menyebar luas di kalangan pelajar, sebab hal ini dapat membahayakan kesehatan generasi penerus tersebut.

Selain perlu adanya penanganan serius, katanya, kalangan pelajar juga harus diberikan pengetahuan dan penjelasan akan bahaya IMS tersebut. "Campur tangan semua pihak sangat perlu dalam mencegah penyebaran IMS di kalangan pelajar ini, yakni mulai dari orangtua, guru, pemerintah daerah melalaui dinas teknis dan intansi terkait lainnya," katanya.

Sebelumnya konselor IMS-HIV Supriadi mengatakan berdasarkan data dari Mobile Voluntary Conseling and Testing VCT IMS-HIV, positif penyakit kelamin sepanjang 2016 ada sebanyak 40 orang.

Sembilan orang di antaranya adalah pelajar, sisanya sopir truk, pekerja, dan pelanggan seks di lokalisasi. "Pada umumnya para pelajar tersebut mengidap penyakit gonorrhea dan chlamydia atau kencing nanah," terangnya.

Lebih lanjut Supriadi mengatakan IMS merupakan mata rantai penularan HIV, apabila tidak segera ditangani, maka penderita HIV akan semakin banyak. IMS bisa disembuhkan sementara HIV tidak ada obatnya.

"Berdasarkan hasil penelitian yang kita lakukan, laki-laki lebih dominan terjangkit IMS. Seseorang yang terinfekasi penyakit kelamin pada laki-laki timbul gejala lebih cepat, alat kelamin keluar cairan. Namun, pada perempuan susah terdeteksi, bahkan hampir tidak ada gejala. Perempuan kadang menganggap hal biasa, paling nyeri di bawah pusar," ucapnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Kemenkumham bentuk tim awasi orang asing di Kalsel

Selanjutnya

Pemerintah bangun 23 BTS selama tahun 2016

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe