Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lingkungan
  3. Satu korban banjir bandang Tembagapura masih terus dicari
  • Rabu, 16 Agustus 2017 — 12:33
  • 3556x views

Satu korban banjir bandang Tembagapura masih terus dicari

Ia menambahkan, selain kerusakan, satu dari dua karyawan Puncak Jaya Power (PJP) yang berada di pembangkit listrik saat tanah longsor melanda masih belum diketahui keberadaannya.
Banjir dan longsor di Tembagapura nyaris menenggelamkan beberapa kendaraan milik PT. Freeport Indonesia - IST
Victor Mambor
victor_mambor@tabloidjubi.com
Editor :

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Banjir bandang di Tembagapura yang terjadi Selasa (15/7/2017) kemarin telah menyebabkan kerusakan jalan, jembatan, jalur air, dan sebagian besar pembangkit yang memasok listrik ke Tembagapura dan Hidden Valley.

Hal tersebut disampaikan juru bicara PT, Freeport Indonesia, Riza Pratama kepada Jubi, Rabu (16/7/2017) siang. Ia menambahkan, selain kerusakan, satu dari dua karyawan Puncak Jaya Power (PJP) yang berada di pembangkit listrik saat tanah longsor melanda masih belum diketahui keberadaannya.

“Petugas penyelamat terus melakukan proses pencarian,” katanya.

Pihak PT. Freeport Indonesia, lanjutnya terus bekerja untuk memastikan keberadaan seluruh karyawan, termasuk mereka yang kemungkinan sedang tidak bekerja. Mereka telah diimbau untuk sebisa mungkin tidak bepergian baik dengan mobil maupun berjalan kaki hingga pemberitahuan selanjutnya. Laporan perkembangan situasi selanjutnya akan diberikan kepada karyawan.

Lanjutnya, operasi tambang tetap berjalan, karena Ridge Camp dan area di atasnya tidak terkena dampak banjir. Pabrik Pengolahan/mill akan terus berjalan untuk saat ini. Namun karena jalur konsentrat terkena imbas longsor, pengolahan hanya dapat beroperasi sampai tangki penyimpanan penuh atau jalur konsentrat tersebut diperbaiki.

“Kami juga mendampingi masyarakat lokal untuk mengatasi situasi di area tinggalnya, serta akan memberikan bantuan jika diperlukan,” sambungnya.

Sementara itu, manajemen PT Freeport telah mengeluarkan interoffice memorandum yang mengharuskan karyawan melapor untuk bekerja sesuai jadwal. Namun, karena keterbatasan transportasi, pelayanan Bus SDO (Shift Day Off) mungkin akan terpengaruh.

“Beberapa jalan dan jembatan rusak, karena itu kami meminta agar anda tetap membatasi perjalanan menggunakan mobil atau berjalan kaki di Tembagapura sampai pemberitahuan lebih lanjut. Kami tidak ingin ada yang terluka sementara kami berupaya secepat mungkin mengembalikan keadaan,” demikian tertulis dalam salah satu bagian interoffice momerandum tersebut.

Banjir bandang dan longsor yang terjadi di Tembagapura ini terjadi setelah hujan lebat yang melanda Distrik Tembagapura sejak pukul 15.00 pada Selasa.

Sekretaris Hubungan Industrial Serikat Pekerja PT Freeport Indonesia, Tri Puspital saat dihubungi Jubi mengatakan longsor terjadi pada pukul 20.00 WP di Mile 66-68.

“Sekitar pukul 20.00 di area mile 66,5 mengalami longsor dan satu unit mobil bus nmor lambung 597 berisi penumpang 35 orang tdk bisa melintas akibat longsor di seputar mile 66. Lalu sekitar pukul 20.50 WP, power plant meledak di mile 68 yang mengakibatkan semua jaringan listrik mati total. Lalu sekitar pukul 21.10 Kampung Kimbeli di Banti Dua mengalami longsor dan menutup jalan raya yang menghubungkan Jalan Raya Tembagapura hingga Banti Dua,” jelas Tri Puspital. (*)

loading...

Sebelumnya

Banjir dan longsor di Tembagapura, karyawan Freeport diungsikan

Selanjutnya

Kabupaten Kaimana akan jadi pusat laboratorium karbon biru Indonesia

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe