Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Siswa dan staf SMA Epi di Vanuatu mogok
  • Kamis, 17 Agustus 2017 — 10:08
  • 949x views

Siswa dan staf SMA Epi di Vanuatu mogok

William mengatakan: "Inisiatif melakukan demonstrasi adalah keluhan dan tanda ketidakpuasan terhadap sikap masyarakat lokal yang sering mabuk dan memasuki areal sekolah, merusak fasilitias sekolah dan mengancam guru dengan bahasa kotor.
Pulau Epi di Vanuatu - IST
Admin Jubi
Editor : Zely Ariane
LipSus

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Pulau Epi, Jubi – Semua siswa dan staf pengajar di Sekolah menengah atas Epi (Epi High School, EHS) yang terletak di Pulau Epi, utara Port Villa, tidak akan diam lagi terkait serangkaian perilaku disruptif yang mereka terima selama ini dari penduduk desa setempat.

Mereka memutuskan untuk melakukan mogok pada 15 Agustus dalam rangka meminta sedikit penghargaan dan dukungan dari masyarakat setempat.

Namun berita terbaru mengenai kasus itu membuat sekolah itu menghentikan protes damai meskipun mereka telah memberitahukan Kementerian Pendidikan dan Pelatihan (MOET) mengenai protes ini.

Kepala Sekolah EHS, Jonah Mael William, menyatakan bahwa mereka telah menerima permohonan agar mengadakan pertemuan gabungan dengan masyarakat yang akan menggantikan demonstrasi yang direncanakan berlangsung dibawah pimpinan siswa EHS.

227 siswa bersekolah di SMA terpencil di Epi ini. Para siswa ini terpaksa keluar menangguhkan proses belajar mereka karena keputusan dewan sekolah untuk menunda kelas pada hari Senin lalu (14/08/2017) akibat pertengkaran yang baru terjadi antara kepala sekolah dan anak lelakinya dengan pemuda-pemuda dari desa tersebut hari Jumat minggu lalu.

Staf pengajar juga menolak melakukan kewajiban mereka hingga isu tersebut dapat diselesaikan melalui rencana demonstrasi terhadap masyarakat lokal di Teluk Lame, Pulau Epi.

William mengatakan: "Inisiatif melakukan demonstrasi adalah keluhan dan tanda ketidakpuasan terhadap sikap masyarakat lokal yang sering mabuk dan memasuki areal sekolah, merusak fasilitias sekolah dan mengancam guru dengan bahasa kotor.

"Perilaku yang tidak terpuji ini sudah meningkat drastis".

Perilaku buruk seperti ini sudah biasa terjadi di EHS, menurut pihak sekolah. Sekolah ini sudah menghadapi berbagai ancaman penutupan sebelum dalam beberapa tahun terakhir karena kekurangan air, namun belum pernah akibat ancaman masyarakat, tambahnya.(dailypost.vu/Elisabeth Giay)

loading...

Sebelumnya

Perusahaan Tiongkok buka tambak ikan pertama di French Polynesia

Selanjutnya

Pemerintah Papua Nugini: Kami sedang tangani SABLs

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe