Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Berita Papua
  3. Federasi Uskup Katolik Oceania tidak promosikan pandangan kemerdekaan Papua
  • Kamis, 17 Agustus 2017 — 17:49
  • 765x views

Federasi Uskup Katolik Oceania tidak promosikan pandangan kemerdekaan Papua

“Kami tidak mendorong pandangan terkait kemerdekaan (West Papua—ed), karena kami percaya ketika persoalan ini menjadi fokus satu-satunya, (maka) kepedulian untuk menegakkan dan menguatkan lembaga-lembaga demokrasi lokal boleh jadi diabaikan,” tulis mereka.
Federasi Uskup Katolik Oceania - IST
Zely Ariane
zely.ariane@tabloidjubi.com
Editor : Admin Jubi

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Nabire, Jubi – Komite Eksekutif Konferensi Federasi Uskup Katolik Oceania mendukung perlindungan orang asli West Papua tapi tidak mendorong pandangan terkait kemerdekaan.

Dalam pernyataan sikap tertulisnya yang dirilis oleh scoop.co.nz, Senin lalu (14/8) komite yang terdiri dari Australia, Papua Nugini dan Kepulauan Solomon, Selandia Baru, dan CEPAC—keseluruhan wilayah Pasifik lainnya, ini mengatakan fokus mereka ada pada kelangsungan hidup dan integritas budaya masyarakat West Papua.

“Kami tidak mendorong pandangan terkait kemerdekaan (West Papua—ed), karena kami percaya ketika persoalan ini menjadi fokus satu-satunya, (maka) kepedulian untuk menegakkan dan menguatkan lembaga-lembaga demokrasi lokal boleh jadi diabaikan,” tulis mereka.

Federasi ini juga menekankan kembali seruan atas pendidikan berkualitas di Papua, akses yang adil dan transparan atas pekerjaan, program-program pelatihan dan lapangan pekerjaan, agar menghormati kepemilikan lahan, serta batas-batas yang jelas antara tugas aparat pertahanan dan aparat kepolisian serta tugas perdagangan.

Para Uskup dan Uskup Agung meyakini mayoritas masyarakat asli Papua mendambakan kedamaian, dan beragamnya kelompok-kelompok dialog yang mengadvokasi dan menyaksikan koeksistensi (hidup) damai, merupakan sumber harapan bagi semua orang.

Pernyataan ini ditandatangani oleh dua Uskup Agung, Sir John Cardinal Ribat MSC (Presiden), Port Moresby-PNG dan Uskup Agung Michel Calvet SM, Noumea-Kaledonia Baru; serta empat orang Uskup: Robert McGuckin (wakil Presiden) Toowoomba, Australia; Uskup Colin Campbell,  Dunedin-Selandia Baru, Uskup Charles Drennan, Palmerston Utara-Selandia Baru; dan Uskup Vincent Long OFM Conv, Parramatta-Australia.

Selain membahas West Papua, pertemuan yang berlangsung di Auckland Selandia Baru itu juga membicarakan perlindungan laut dan kelautan, serta perhatian khusus terhadap model “Ekonomi Biru” sebagai alternatif pembangunan yang menghormati kelestarian dan tidak berorientasi pada keuntungan ekonomi jangka pendek.(*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Wagub minta generasi muda teladani semangat para veteran

Selanjutnya

Penanganan banjir di Kota Jayapura butuh blueprint

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe