Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Penanganan banjir di Kota Jayapura butuh blueprint
  • Kamis, 17 Agustus 2017 — 17:46
  • 474x views

Penanganan banjir di Kota Jayapura butuh blueprint

"Selain itu, terjadi penyempitan sungai akibat pembangunan rumah warga yang masuk ke badan sungai," ujarnya.  
Banjir di Kota Jayapura beberapa pekan lalu - Dok/Jubi 
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Anggota Komisi IV DPR Papua yang membidangi infrastruktur, Boy Markus Dawir mengatakan, untuk menangani banjir di Kota Jayapura perlu perencanaan matang dan terperinci atau blueprint.

Ia mengatakan, penanganan banjir di ibu kota Provinsi Papua itu tidak dapat dilakukan secara dadakan.

"Penanganan banjir di Kota Jayapura ini tidak ada blueprint-nya. Tidak ada perencanaan detail bagaimana penanganannya. Tidak bisa tiba masa, tiba akal," kata Boy kepada Jubi, Rabu (16/8/2017).

Menurutnya, Komisi IV DPR Papua akan mendorong agar Pemprov Papua turun tangan menangani banjir di Kota Jayapura.

"Kami sudah sampaikan itu dalam lanjutan sidang APBD perubahan, Selasa (15/8), melalui laporan komisi," ujarnya. 

Katanya, Pemprov Papua tentu tidak akan tinggal diam atau lepas tangan dalam penanganan banjir di Kota Jayapura, karena wilayah itu adalah ibu kota provinsi. 

"Menangani banjir ini perlu kerja sama berbagai pihak. Tidak bisa jalan sendiri-sendiri," katanya.  

Sementara Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua, Happy Mulya mengatakan, banjir yang sering terjadi di Kota Jayapura disebabkan terjadinya alih fungsi lahan yang masif. Terutama pembangunan perumahan di daerah yang selama ini menjadi resapan air. 

"Seluruh hulu sungai-sungai yang ada, mulai dari Cycloop di Sentani hingga Kota Jayapura mengalami perubahan alih fungsi lahan karena pembukaan ladang, pembangunan perumahan baru," katanya pekan lalu.

Menurutnya, alih fungsi lahan ini menyebabkan volume air yang mengalir ke hilir semakin besar. Selain itu, ketika hujan, ada sedimen terbawa arus air ke badan sungai. 

Daerah yang menjadi langganan banjir misalnya Perum Organda, Konya, Kompleks SMA 4 Entrop, Pasar Youtefa dan beberapa lainnya, itu dulunya "rumah air". Kini menjadi tempat tinggalnya manusia. 

"Selain itu, terjadi penyempitan sungai akibat pembangunan rumah warga yang masuk ke badan sungai," ujarnya.  

Ia sependapat, penanganan banjir di Kota Jayapura melibatkan berbagai pihak terkait. Misalnya apa yang menjadi fokus penanganan Pemprov Papua melalui dinas PU, apa yang ditangani Pemkot Jayapura dan apa tugas Balai Wilayah Sungai.  

"Penanganan banjir itu harus dengan perencanaan dan pengelolaan terpadu," imbuhnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Sabanyak 1.006 warga binaan di Papua terima remisi kemerdekaan

Selanjutnya

Legislator: mengapa Jokowi tak singgung HAM Papua?

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe