Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Tragedi Deiyai berdarah, Papua : SPKRD akan gelar aksi Senin depan
  • Jumat, 18 Agustus 2017 — 06:10
  • 1039x views

Tragedi Deiyai berdarah, Papua : SPKRD akan gelar aksi Senin depan

“Namun, masa duka dan peringatan HUT RI sudah selesai. Oleh karena itu, SPKRD akan menggelar aksi damai untuk menyampaikan aspirasi rakyat Deiyai secara terbuka di kantor DPRD,” jelasnya.
Frits Ramandey, Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua saat memperlihatkan luka tembakan dari korban hidup di kampung Oneibo sebelum olah TKP – Jubi/Abeth You
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Victor Mambor

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Deiyai, Jubi – Solidaritas Peduli Kemanusiaan Rakyat Deiyai (SPKRD) berencana menggelar aksi damai di kantor DPRD setempat pada Senin, 21 Agustus 2017 mendatang guna menyikapi tragedi penembakan di kampung Oneibo 1 Agustus 2017 lalu.

“Kami Solidaritas Peduli Kemanusiaan Rakyat Deiyai belum bicarakan dan belum selesaikan secara hukum di tingkat kabupaten Deiyai yang berlaku. Maka kami akan duduki kantor DPRD Deiyai pada Senin mendatang,” jelas Kordinator SPKRD, Yulianus Mote kepada Jubi di Waghete, Kamis, (17/8/2017).

Mote mengatakan, alasan selama ini tidak dilakukan aksi turun jalan karena seluruh masyarakat sedang berduka atas kematian Yulianus Pigai dan juga karena persiapan hari Kemerdekaan RI.

“Namun, masa duka dan peringatan HUT RI sudah selesai. Oleh karena itu, SPKRD akan menggelar aksi damai untuk menyampaikan aspirasi rakyat Deiyai secara terbuka di kantor DPRD,” jelasnya.

Maka, lanjutnya, pihaknya mengundang kepada seluruh masyarakat Tigi untuk datang dan terlibat dalam demonstrasi bersama supaya sama-sama sampaikan aspirasi kepada pihak legislatif dan eksekutif.

Yang jelas, lanjutnya, yang akan disampaikan adalah soal penarikan Brimob dari Deiyai, berikan hukuman yang berat kepada pelaku dan Kapolda harus gelar upacara terbuka di lapangan soal pemecatan serta perusahaan Dewa harus angkat kaki dari Deiyai.

Ditambahkan, untuk sementara pihaknya meminta agar semua komponen masyarakat harus bersabar dan menjaga keamanan bersama sampai hari melaksanakan aksi bersama.

Sementara itu, Ketua KNPI Deiyai, Lemander Edoway mengatakan, selama ini pihaknya tidak tinggal diam atas insiden ini. Namun permintaan keluarga korban Yulianus Pigai dan empat orang yang sedang menjalani perawatan lah yang membuat masyarakat Deiyai belum melakukan aksi.

“Selama ini kami patuh terhadap keinginan keluarga korban karena masa duka. Dan yang meninggal ini pemuda Deiyai, maka kami KNPI Deiyai tidak tinggal diam. Awalnya kami sudah buat aksi 1000 lilin di Waghete. Dan sekarang kami mau turun jalan sebagai bentuk protes atas kekerasan ini dan pengusiran PT.Putra Dewa Paniai dan PT. Dewa Kresna jangan lagi beroperasi di Deiyai,” ungkap Lemander Edoway. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Di hari Kemerdekaan RI, mobil Freeport ditembaki

Selanjutnya

DKPP periksa sejumlah teradu pilkada Jayapura

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe