Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Australia dan Solomon tanda tangani traktat keamanan baru
  • Jumat, 18 Agustus 2017 — 07:45
  • 778x views

Australia dan Solomon tanda tangani traktat keamanan baru

Manasseh Sogavare mengatakan bahwa perjanjian tersebut ditandatangani jika sewaktu-waktu bentrokan kekerasan meletus lagi seperti pada awal tahun 2000an – insiden yang menyebabkan dimulainya RAMSI pada saat itu.
Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Manasseh Sogavare saat sambutan seremonial di Canberra, Australia – AAP/Lukas Coch
RNZI
Editor : Zely Ariane

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Honiara, Jubi - Perjanjian keamanan baru telah ditandatangani oleh  Kepulauan Solomon dan Pemerintah Australia yang akan memungkinkan pengerahan pasukan keamanan Australia secara cepat apabila terjadi kasus kerusuhan sipil dan etnis di Kepulauan Solomon.

Kesepakatan tersebut ditandatangani minggu ini oleh perdana menteri dari kedua negara menyusul penarikan Misi Bantuan Daerah Australia atau Regional Assistance Mission (RAMSI) dari Kepulauan Solomon pada bulan Juni tahun ini.

The Guardian melaporkan pemimpin tinggi Solomon, Manasseh Sogavare mengatakan bahwa perjanjian tersebut ditandatangani jika sewaktu-waktu bentrokan kekerasan meletus lagi seperti pada awal tahun 2000an – insiden yang menyebabkan dimulainya RAMSI pada saat itu.

Sogavare mengatakan bahwa pemerintahnya akan memastikan bahwa perjanjian tersebut hanya akan "mengumpulkan debu," dan tidak digunakan, Sogavare mengatakan bahwa mereka tidak akan membiarkan negara tersebut "menyusuri jalan yang sama untuk kedua kalinya," lagi.

Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull mengatakan kepada parlemen bahwa perjanjian tersebut memungkinkan personil pertahanan dan sipil untuk memberikan bantuan keamanan atau bantuan kemanusiaan apabila diperlukan dan diminta oleh pemerintah Solomon.

Kepada The Guardian Sogavare menegaskan tujuannya berkunjung ke Australia adalah untuk menghaturkan terima kasih kepada negara yang telah membantu Kepulauan Solomon dengan kokoh dan konsisten selama 14 tahun terakhir melalui program RAMSI, program yang bernilai sebesar AU$3 Miliar yang telah membangkitkan kembali Solomon dari jurang perang saudara dari tahun 2003.

"RAMSI datang ke negara kami dengan mandat khusus dan program itu telah menyelesaikan permasalahan yang perlu diperbaiki. Hukum dan ketertiban telah dipulihkan," katanya.

"Tanggung jawab sekarang terletak pada pemerintah dan rakyat Kepulauan Solomon untuk meneruskannya dari sini. Keadaan sekarang telah kondusif untuk pemerintah Kepulauan Solomon dan sektor swasta untuk membawa negara ini ke depan," tegasnya.(Elisabeth C. Giay)

loading...

Sebelumnya

Memikirkan masa depan hubungan Kepulauan Cook dengan Selandia Baru

Selanjutnya

Vanuatu larang batu kerikil masuk dari Tiongkok

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe