Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Pergulatan Yap dengan wisata (bagian 1)
  • Jumat, 18 Agustus 2017 — 08:26
  • 930x views

Pergulatan Yap dengan wisata (bagian 1)

Apakah mereka harus mempertahankan gaya hidup mereka yang tradisional? Haruskah mereka membuka pintu kepada pembangunan berskala internasional? Mungkinkah mereka bisa merancang solusi yang menggabungkan keduanya? Ini pertanyaan yang diajukan di seluruh Pasifik.
Festival Homecoming di pulau Yap. –foto: visityap/Brad Holland
PINA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Pulau Yap, Jubi - Perayaan 30 tahun keanggotaan Yap di Pacific Asia Travel Association (PATA) cabang Mikronesia tahun ini terjadi ketika masyarakat sedang bergulat dengan pertanyaan penting soal masa depan mereka.

Apakah mereka harus mempertahankan gaya hidup mereka yang tradisional? Haruskah mereka membuka pintu kepada pembangunan berskala internasional? Mungkinkah mereka bisa merancang solusi yang menggabungkan keduanya?

Ini pertanyaan yang diajukan di seluruh Pasifik.

Walaupun ada beberapa pulau yang sudah bergerak lebih jauh, Yap masih berada di persimpangan ini, terperangkap di tengah rencana pembangunan besar-besaran oleh Tiongkok dan masa depan geopolitik yang tidak jelas dengan Amerika Serikat.

Yap di persimpangan

Yap terletak di bagian barat Samudra Pasifik, dan merupakan salah satu dari negara FSM (Federated States of Micronesia atau Negara Federasi Mikronesia). Sebanyak 11.000 penduduk Yap tersebar di satu pulau besar dan beberapa pulau kecil. Karena budaya dan bahasa penduduknya begitu beragam, bahasa pengantar yang dipakai adalah bahasa Inggris.

Secara sosial, Yap menghidupi sistem tradisional dan Barat. Ia memiliki sistem kasta dan melaksanakan pemilihan umum yang demokratis pada saat yang sama.

Selain cabang pemerintah yang standar (legislatif, eksekutif dan judikatif) Yap juga memiliki cabang pemerintah keempat yang disebut Council of Pilung (atau Council of Tamol), yang diai oleh para kepala suku yang menangani isu-isu budaya dan tradisi.

Pariwisata di Yap bukan industri besar. Biro Pengunjung Yap merekam adanya kurang lebih 4.000 wisatawan tiap tahun sejak 2010. Angka ini kecil bila dibandingkan 160.000 wisatawan yang mengunjungi tetangga mereka Palau pada tahun 2015.

Sebagai perbandingan, Hawai‘i, tujuan wisata paling populer di Pasifik dikunjungi 1 juta wisatawan pada bulan Juni 2017.

Meski demikian, membuka pintu bagi wisatawan tidak cukup. Menurut Gubernur Tony Ganngiyan, tantangan terbesar yang dihadapi adalah terbatasnya infrastruktur: “Kami belum berhasil menyediakan infrastruktur dan fasilitas untuk membuka diri kepada pasar dunia… Kapasitas bandara dan pelabuhan, akomodasi dan layanan transportasi dll, terbatas.”

Namun ada kemungkinan ini akan segera berubah.

Pembangunan yang disponsori Tiongkok

Sejak tahun 2011, Exhibition & Travel Group (ETG), sebuah perusahaan pembangunan dari Tiongkok telah melihat Yap sebagai tempat wisata potensial. ETG memandang pulau ini sebagai kesempatan bisnis yang menguntungkan bagi perusahaan ini dan penduduk pulau ini.

Tidak sulit melihat kenapa Yap diincar: ia tidak jauh dari Tiongkok (hanya 4 jam dengan pesawat), praktik budaya yang unik, alam yang indah. Tapi alasan yang paling kuat adalah industri wisata Yap yang begitu kecil.

Lingkup dari rencana pembangunan ETG telah mengubah banyak hal beberapa tahun terakhir. Awalnya, ETG mengklaim bahwa “...Yap akan langsung menjadi tujuan wisata terkenal setelah 4.000 unit (resort) dibangun.” Termasuk di antaranya lapangan golf dan pusat konvensi besar untuk pertemuan internasional. Sempat ada pembicaraan untuk mendirikan pusat perjudian.

Namun ini ditolak oleh publik. Resort sebesar ini bisa memuat semua penduduk Yap.

ETG bukan pemain baru dalam pembangunan skala ini. Dalam lima tahun terakhir, mereka telah membangun New Century Global Center di Chengdu dan InterContinental Resort di Lhasa, Tibet. Proyek terakhir ini ditolak oleh komunitas internasional yang mendukung kemerdekaan Tibet.

Wisata dengan skala sebesar ini sudah pasti akan mengubah Yap. Di satu pihak, manfaat ekonominya jelas. Kesempatan kerja dan gaji yang lebih baik menarik bagi banyak orang, apalagi menimbang pemasukan tambahan dari sewa tanah kepada para developer (Hukum Yap melarang pemilikan tanah bagi orang asing).

Banyak orang di jajaran pemerintahan melihat investasi ini sebagai kesempatan untuk merombak infrastruktur yang akan menguntungkan semua orang.

Di pihak lain, mereka yang menolak rencana ini menganggap perubahan ini sebagai kutukan yang tidak terbalikkan. Dengan sewa tanah maksimal 99 tahun, ada perasaan abadi ketika sepetak tanah disewakan kepada orang lain. Lebih lagi, hal-hal yang menarik para investor adalah hal-hal yang dikhawatirkan akan hilang: kehidupan desa yang tenang, tradisi yang unik dan berakar pada nilai-nilai budaya, serta ekosistem yang belum disentuh.

Dari tahun ke tahun, pertanyaan yang sama muncul: apakah manfaat yang akan diperoleh lebih daripada harga yang harus dibayar? Apakah kita tahu harga dari perubahan ini? Adakah alternatif lain?

Perspektif berbeda

Belakangan ini debat tentang ‘resor besar’ telah mendingin. Ini karena beberapa tahun terakhir, ETG menunda rencana pembangunan, membangun kepercayaan dan menunggu adanya kebijakan investasi yang lebih stabil.

ETG membeli hotel yang sudah ada, Yap Pacific Dive Resort dan menyewa tanah dari berbagai desa. Target perusahaan ini adalah pembangunan 1.000 unit di beberapa daerah.

Meski demikian, rencana awal ETG masih menyebabkan kekhawatiran masyarakat. Posisi para pejabat masih terbagi soal isu ini, demikian juga para pemimpin tradisional.(L.J. Giay)

Bersambung

loading...

Sebelumnya

Penyakit landa pohon asli Hawai’i, dikhawatirkan menyebar ke seluruh Pasifik

Selanjutnya

Kunjungi Samoa, PBB: Banyak PR terkait diskriminasi gender

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe