Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Aksi BEM-USTJ peduli korban penembakan Deiyai
  • Jumat, 18 Agustus 2017 — 15:18
  • 678x views

Aksi BEM-USTJ peduli korban penembakan Deiyai

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (BEM-USTJ) menyikapi penembakan di Oneibo Kabupaten Deiyai dengan menyalakan ratusan lilin usai acara Orientasi Pengenalan Kampus (OSPEK).
Mahasiswa USTJ tengah mempersiapkan acara pemasangan lilin sevagi bentuk solidaritas mereka atas korban penembakan di Kampung Oneibo, Distrik Tigi Selatan, Kabupaten Deiyai - Jubi/Hengky Yeimo
Hengky Yeimo
yeimohengky@gmail.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (BEM-USTJ) menyikapi penembakan di Oneibo Kabupaten Deiyai dengan menyalakan ratusan lilin usai acara Orientasi Pengenalan Kampus (OSPEK).

Ketua BEM.PT-USTJ, Marvin Yobe, mengatakan kasus penembakan di Deiyai menunjukkan bahwa aparat keamanan bukan pengayom rakyat melainkan pelindung kaum penjahat bermoral.

Yobe menilai penembakan di Papua apapun motifnya menyerang warga sipil dengan menggunakan alat negara merupakan pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia (HAM). Pelangaran HAM yang dilakukan oleh TNI dan Polri sejak tahun 1962 sampai sekarang belum pernah terungkap siapa sebenarnya otak pelaku dari setiap kasus pembunuhan tersebut. 

“Pertanyaan besar ini yang selalu tersirat di pikiran kami. Anggota TNI/Polri tidak berhak menggunakan peralatan perang yang dipercayakan negara ke mereka untuk menyerang warga sipil,” kata Yobe, Jumat (18/8/2017).

Marvin Yobe menambahkan penyalahgunaan kewenangan ini mesti dipandang sebagai pengkhianatan terhadap negara dengan kekerasan bersenjata, secara khusus atas kasus penembakan masyarakat sipil di Oneibo Distrik Tigi Selatan, Kabupaten Deiyai, beberapa waktu lalu.

“Kami, BEM-USTJ mengutuk keras pembunuhan warga sipil di Papua oleh aparat keamanan, khususnya insiden penembakan yang baru saja terjadi di kampung Oneibo Distrik Tigi Selatan Kabupaten Deiyai,” Kata Marvin Yobe.

Marvin Yobe mengatakan pihaknya minta dengan hormat kepada semua lembaga penegak hukum agar segera menangkap, menahan, dan memproses para pelaku penembakan secara terbuka sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Kapolri segera memecatat Irjen Pol Boy Rafly Amar dari jabatannya sebagai Kapolda Papua. Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Deiyai segera mencabut izin usaha PT Putra Dewa dari wilayah Meepago. Kami minta agar pasukan Brimob segera angkat kaki dari Deiyai,” kata Yobe.

Sementara itu, Soleman Itlay, megatakan pelaku penembakan masyarakat di Oneibo harus diusut. Aparat yang terlibat dalam insiden itu bila perlu dipecat dari tugas secara tidak hormat.

“Karena aparat keamanan sudah terbukti dan jelas-jelas melakukan pelanggaran HAM,” katanya. (*)

 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Sekolah di Sentani ramaikan HUT RI dengan berbagai lomba

Selanjutnya

Bupati Jayawijaya ancam pecat petugas kesehatan malas

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe