Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Bomberai
  3. Wabup Kaimana: SK tenaga kontrak belum final
  • Sabtu, 19 Agustus 2017 — 14:35
  • 1373x views

Wabup Kaimana: SK tenaga kontrak belum final

Wakil Bupati Kaimana, Ismail Sirfefa, mengatakan SK yang telah dikeluarkan untuk tenaga kontrak di RSUD Kaimana masih bersifat sementara alias belum final.
Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana yang dipalang oleh tenaga kontrak RSUD Kaimana, beberapa waktu lalu - Jubi
Jacob Owen
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Kaimana, Jubi – Wakil Bupati Kaimana, Ismail Sirfefa, mengatakan SK yang telah dikeluarkan untuk tenaga kontrak di RSUD Kaimana masih bersifat sementara alias belum final.

Hal itu ditegaskan Wakil Bupati Kaimana, Ismail Sirfefa, usia memberikan remisi kepada tujuh narapidana di Rutan Kaimana, Kamis (17/8/2017).

“Lebih bijaksana bila para ASN maupun tenaga kontrak melihat secara jernih persoalan ini. Mereka bisa menemuai saya di kantor setiap jam kerja untuk klarifikasi. Bukan main hakim sendiri dengan merusak fasilitas pemerintah yang digunakan untuk pelayan umum. SK itu belum final, masih sementara,” kata Wabup Sirfefa.

Sirfeta menambahkan pemalangan RSUD dan kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana bukan perbuatan terpuji meski itu adalah bentuk kemarahan dari akumulasi persoalan yang selama ini ada. Semua persoalan harusnya dibicarakan bersama untuk mendapatkan titik terang. 

“Yang lakukan aksi juga ASN yang kerja disitu, yang membawa masyarakat untuk palang rumah sakit dan kantor Dinkes. Ada tenaga kontrak yang namanya katanya tidak ada dalam SK yang dibagikan. Saya kurang tahu apakah mungkin yang bersangkutan mendengar dari orang lain itu juga saya belum mendapatkan laporan. Tetapi yang jelas SK yang ada itu belum Final, mungkin salah pengetikan karena terlalu banyak nama,” katanya.

Selaku pembina ASN, Ismail Sirfefa kembali menegaskan sesuai peraturan pemerintah terkait disiplin ASN, ke depan pihaknya akan mengambil langkah tegas berupa teguran lisan dan tulisan.

“Bila tidak bisa dilakukan pembinaan akan saya usulkan untuk diberhentikan. ASN harus tunduk  kepada aturan dan loyal kepada atasannya. Kalau sudah tidak mau kerja dan tidak loyal, kita berhentikan saja sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

Terpisah, Waka Polres Kaimana, Kompol Langia, mengatakan setiap kegiatan berupa penyampaian secara terbuka dalam bentuk apapun harus dilaporkan ke pihak berwajib untuk mendapatkan izin. Sepanjang aksi dan orasi tidak menganggu stabilitas keamanan daerah, izin akan dikeluarkan. Kami akan tegas membubarkan kegiatan yang dilakukan tanpa mengantongi izin dari pihak berwajib karena kegiatan tersebut  illegal,” katanya. (*)

 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Tujuh narapidana di Rutan Kaimana terima remisi

Selanjutnya

SK pergantian pimpinan DPRD Kaimana ‘KJ’

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe