Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lembar Olahraga
  3. Indonesia dihina Malaysia lewat buku panduan SEA Games
  • Minggu, 20 Agustus 2017 — 15:20
  • 925x views

Indonesia dihina Malaysia lewat buku panduan SEA Games

"Kami akan menyampaikan nota protes dan keberatan kepada Presiden NOC Malaysia, Tunku Imran dan Sekjen, Beng Chop Low tentang hal ini, sekaligus meminta buku tersebut ditarik dari peredaran serta diganti dengan pemuatan bendera Merah Putih yang benar," tegas Erick.
Protes Menpora lewat akun twitternya terkait bendera Indonesia yang terbalik di buku panduan SEA Games Malaysia - Jubi/ist
Jean Bisay
jean@tabloidjubi.com
Editor :

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi – Ketua umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir menyesalkan terjadinya kesalahan gambar bendera Indonesia terbalik yang termuat dalam buku panduan SEA Games XXIX/2017, Kuala Lumpur Malaysia.

Dalam buku bertajuk, souvenir special, yang dibagikan kepada tamu undangan, termasuk Menpora Imam Nahrawi saat upacara pembukaan pesta olahraga bangsa Asia Tenggara yang digelar di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Sabtu (19/8/2017), terlihat benar keteledoran panitia pelaksana SEA Games 2017.

Di halaman ke-80 dalam buku tersebut, bendera merah putih Indonesia tercetak terbalik, yakni menjadi putih merah.Posisi itu bersebelahan dengan bendera Malaysia.

Bendera Indonesia yang tercetak terbalik ini sebenarnya untuk menandakan negara yang sudah menjadi tuan rumah SEA Games.

Dibawah bendera tersebut terpampang jelas tahun ketika Indonesia menjadi tuan rumah SEA Games yaitu 1979, 1987, 1997 dan 2011.

Kesalahan mencetak bendera hanya terjadi pada Indonesia. Sementara itu, bendera 10 negara peserta SEA Games lainnya tercetak dengan benar.

"Sudah tentu saya menyampaikan penyesalan yang mendalam atas kesalahan fatal tersebut. Itu menunjukkan keteledoran dan ketidak telitian. Meski persahabatan adalah warisan terbesar dalam olahraga, namun kesalahan dalam menampilkan atau menyajikan identitas negara lain, tetap tidak bisa dibenarkan. Walaupun ini terjadi di dunia olahraga, jangan sampai ada hal yang menggangu hubungan antar negara karena hal-hal seperti ini," ujar Erick dalam rilis yang diterima Jubi dari Humas KOI, Minggu (20/8/2017).

Meski dalam hubungan antar negara, pihak Kemenpora yang mewakili pemerintah Indonesia akan menyampaikan sikap protes, namun dalam interaksi sesama National Olympic Committee (NOC), KOI berencana juga akan mengajukan hal serupa.

"Kami akan menyampaikan nota protes dan keberatan kepada Presiden NOC Malaysia, Tunku Imran dan Sekjen, Beng Chop Low tentang hal ini, sekaligus meminta buku tersebut ditarik dari peredaran serta diganti dengan pemuatan bendera Merah Putih yang benar," tegas Erick.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Kerajaan Malaysia, Khairy Jamaluddin, telah menyatakan meminta maaf atas kesalahan sama yang dilakukan panitia pada buku kenang-kenangan tersebut.

Merespons Menpora RI Imam Nahrawi yang meluapkan kekecewaannya lewat Twitter, Khairy mengatakan "Bapak Imam, mohon terima permintaan maaf saya yang tulus atas (kesalahan) ini."

"Sesungguhnya tiada niat jahat. Saya amat kesal dengan kesilapan (kesalahan) ini. Mohon maaf," ucapnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Atlet hockey Papua kesulitan biaya di Malaysia

Selanjutnya

Turnamen Manggarai Komodo Cup I masuk babak 4 besar

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe