Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Enembe: Freeport sudah makan banyak, jangan berkelit bayar PAP
  • Minggu, 20 Agustus 2017 — 17:07
  • 1067x views

Enembe: Freeport sudah makan banyak, jangan berkelit bayar PAP

"Tidak ada berkelit, dia (Freeport) harus bayar. Kau sudah kenyang banyak, untuk apa dia berkelit. Ini tambah terus ini. Kita menang terus ini. Ada Rp300 miliar, ada Rp600 miliar, ada Rp200 miliar, terakhir Rp5,031 triliun. Bisa capai Rp10 triliun," kata Lukas Enembe pekan lalu usai penutupan sidang APBD perubahan Provinsi Papua di DPR Papua.
Ilustrasi aktivitas penambangan PT Freeport Indonesia - Dok. Jubi
Arjuna Pademme
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Gubernur Papua, Lukas Enembe mengingatkan PT Freeport Indonesia tidak mencari alasan mengulur-ulur waktu membayar Pajak Air Permukaan (PAP), yang nilainya mencapai Rp5,031 triliun, sesuai putusan Pengadilan Pajak Jakarta beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, semakin berkelit, tunggakan yang akan dibayar Freeport semakin besar nominalnya. Bahkan bisa mencapai Rp10 triliun.

"Tidak ada berkelit, dia (Freeport) harus bayar. Kau sudah kenyang banyak, untuk apa dia berkelit. Ini tambah terus ini. Kita menang terus ini. Ada Rp300 miliar, ada Rp600 miliar, ada Rp200 miliar, terakhir Rp5,031 triliun. Bisa capai Rp10 triliun," kata Lukas Enembe pekan lalu usai penutupan sidang APBD perubahan Provinsi Papua di DPR Papua.

Katanya, sesuai putusan hukum, wajib hukumnya Freeport membayar tunggakan PAP kepada Pemprov Papua. Dalam putusan hukum itu sudah jelas, tidak boleh lagi tambang emas dan tembaga itu mengajukan peninjauan kembali (PK) atau lainnya, karena sudah final. 

"Itu putusan hukum jadi wajib hukumnya dia bayar. Ada 22 gugatan bertambah lagi. Kemarin kita menang lagi," ujarnya.

Terkait adanya informasi kalau Freeport baru akan membayar setelah menjual beberapa asetnya kata Enembe, itu bukan alasan yang tepat.

"Ah tidak ada begitu-begitu. Freeport ini bukan perusahaan kecil. Selama dia tidak bayar gugat terus, tambah terus," katanya.

Katanya, jika Freeport tetap keras kepala tidak memenuhi kewajibannya kepada Pemprov Papua, pihaknya akan bertindak tegas.  

"Kami akan polisi line. Ini putusan hukum Indonesia. Hukumnya, hukum Indonesia, wajib hukumnya dia bayar," imbuhnya. (*)

loading...

Sebelumnya

OTK rampas senjata anggota Polres Lanny Jaya

Selanjutnya

Pemprov Papua akan bertemu Freeport bahas PAP

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe