Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Bupati: Perayaan HUT RI tahun depan, semua pejabat berpakaian adat Baliem
  • Senin, 21 Agustus 2017 — 08:56
  • 519x views

Bupati: Perayaan HUT RI tahun depan, semua pejabat berpakaian adat Baliem

Bupati Jayawijaya, Wempi Wetipo, mengungkapkan bahwa peringatan HUT ke-73 RI tahun 2018 nanti akan sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Bupati menginginkan agar seluruh pejabat daerah dan forum komunikasi pimpinan daerah dan juga peserta upacara bendera HUT RI menggunakan pakaian adat Baliem.
Caption: Bupati Jayawijaya saat memberikan remisi kepada dua perwakilan narapidana Lapas Klas II B Wamena - Jubi/Islami
Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Wamena, Jubi – Bupati Jayawijaya, Wempi Wetipo, mengungkapkan bahwa peringatan HUT ke-73 RI tahun 2018 nanti akan sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Bupati menginginkan agar seluruh pejabat daerah dan forum komunikasi pimpinan daerah dan juga peserta upacara bendera HUT RI menggunakan pakaian adat Baliem.

“Selaku bupati saya bersyukur peringatan HUT RI tahun ini berjalan lancar dan khidmat. Tahun depan saya ingin agar peserta upacara dan kita semua gunakan koteka dan pakaian adat Baliem saat upacara,” kata Wempi Wetipo, pekan lalu.

Usai upacara bendera HUT RI ke 72 di Lapangan Pendidikan Wamena, Bupati juga berkesempatan memberikan remisi kepada 40 warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Wamena mewakili Menteri Hukum dan HAM.

Satu narapidana kasus penadah barang curian yang menjalani masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Wamena, di Kabupaten Jayawijaya dibebaskan setelah mendapat remisi hari kemerdekaan.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Wamena, Yusak Bin Sabetu, mengatakan narapidana pria itu merupakan satu dari 40 orang yang mendapat remisi HUT RI.

"Dalam rangka remisi hari kemerdekaan, satu orang bebas karena memang telah dikurangi hukuman, sementara yang lain dapat remisi," kata Yusak.

Menurut dia, sebenarnya pihak Lapas mengusulkan remisi bagi 47 narapidana namun hanya 40 yang pengusulannya dijawab oleh Kementerian Hukum dan HAM melalui kantor wilayah Papua di Jayapura.

"Hanya 40 orang yang memenuhi syarat dari jumlah keseluruhan 69 narapidana," katanya.

Separuh narapinda yang tidak diusulkan untuk mendapatkan remisi adalah mereka yang terkait dengan kasus pidana narkoba.

"Enam narapidana narkoba tidak memenuhi syarat karena sesuai UU Nomor 35 tentang Narkotika, harus menjalani sepertiga masa hukuman baru bisa dapat remisi," katanya. (*)
 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Pertikaian di Mulia, 11 warga terluka

Selanjutnya

Bupati: Peringatan 72 tahun RI harus jadi semangat membangun

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe