Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Kunjungi Samoa, PBB: Banyak PR terkait diskriminasi gender
  • Senin, 21 Agustus 2017 — 13:28
  • 391x views

Kunjungi Samoa, PBB: Banyak PR terkait diskriminasi gender

PBB diundang langsung oleh pemerintah Samoa untuk misi khusus ini guna melihat situasi hak perempuan saat ini di negara itu.
Ahli HAM PBB Kamala Chandrakirana (Kanan) dan Eleonora Zielinska (Kiri) dalam kegiatan kunjungan ke Samoa – RNZI/Autagavaia Tipi Autagavaia
RNZI
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Apia, Jubi - Panel PBB bidang Hak Asasi Manusia menyatakan masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan untuk mengatasi diskriminasi gender yang mengakar di Samoa setelah kunjungan ke sana baru-baru ini.

PBB diundang langsung oleh pemerintah Samoa untuk misi khusus ini guna melihat situasi hak perempuan saat ini di negara itu.

Panel ini mengadakan dialog dan diskusi di tujuh desa di Pulau Upolu yaitu: Vava'u, Salani, Sapo'e, Utulaelae, Si'uniu, Salesatele, dan Salelesi.

Carmel Chandrakirana, ahli HAM yang mengepalai Kelompok Kerja PBB tentang diskriminasi terhadap perempuan berkata misi mereka menyambut baik adopsi berbagai hukum yang menjunjung konstitusi negara Samoa dan kewajiban internasional mereka di bidang HAM yang terkait dengan diskriminasi terhadap perempuan dan kekerasan berbasis gender.

Namun, Chandrakirana menambahkan pelbagai undang-undang tidak dapat sepenuhnya efektif dalam implementasinya kecuali hak seksual dan reproduksi perempuan terwujud dan perempuan diberdayakan secara ekonomi.

Chandrakirana juga menyatakan pentingnya dialog terbuka mengenai subjek-subjek yang tabu dan makna dari kebiasaan dan cara hidup Samoa, atau Fa'a Samoa, serta memastikan hak perempuan atas kesetaraan dalam keluarga.

Dia juga menambahkan populasi orang muda yang terus meningkat adalah saat yang tepat untuk sepenuhnya menghormati hak perempuan dengan cara mengakhiri kekerasan berbasis gender, sambil juga menghilangkan kesalahpahaman tentang hak asasi manusia, dan mengakui bahwa kehidupan keluarga merupakan nilai inti dari masyarakat Samoan.

Dalam kunjungan ini para ahli HAM mendesak kebijakan-kebijakan baru, termasuk diantaranya: sistem kesejahteraan sosial yang dibiayai oleh negara, dukungan penuh untuk perempuan dan anak korban kekerasan seksual atau fisik, serta tambahan dana bantuan bagi kelompok masyarakat sipil yang memberikan kontribusi besar sejauh ini dengan keterbatasan sumber daya.(*)

Kelompok Kerja ini akan mempresentasikan laporan lengkap mereka, termasuk rekomendasi kepada Dewan HAM PBB pada bulan Juni 2019 mendatang.(Elisabeth C. Giay)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Pergulatan Yap dengan wisata (bagian 1)

Selanjutnya

Menteri Anggaran Kaledonia Baru akan tumbangkan kabinet

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe