Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Satu lagi sekolah di Vanuatu mogok minggu ini
  • Senin, 21 Agustus 2017 — 13:42
  • 541x views

Satu lagi sekolah di Vanuatu mogok minggu ini

Laporan tentang berandalan yang membobol sekolah, maling yang mencuri sarana prasarana pengajaran seperti peralatan olah raga, dan pengrusakan terhadap gedung sekolah termasuk kusen-kusen jendela ruang kelas telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Beberapa poster disusun dan dipasang oleh siswa di Eratap Centre School di Vanuatu– DVU/Anastashia Sope
Vanuatu Daily
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

 

Port Vila, Jubi - Dua sekolah negeri di Vanuatu terpaksa menunda kegiatan belajar mengajar minggu ini akibat perilaku masyarakat yang disruptif.

Pengurus sekolah di Epi High School (EHS) yang telah jenuh dengan perilaku kaum muda di masyarakat setempat yang mengunjungi sekolah dalam keadaan mabuk, merusak fasilitias sekolah, dan menghina staf sekolah.

Insiden yang terjadi memaksa dewan sekolah memberhentikan proses belajar dan lebih dari 200 siswa tidak menghadiri kelas hingga Rabu (16 Agustus 2017), setelah masyarakat meminta maaf kepada pihak sekolah. 

Baca juga Siswa dan staf SMA Epi di Vanuatu mogok

Pada hari Rabu yang sama pelajar di EHS memulai kembali kelas mereka, pengajar di Eratap Centre School di Efate menunda semua kegiatan belajar akibat sekolah mereka menjadi korban vandalisme yang menyebabkan rusaknya satu ruang kelas.

Sekitar 350 pelajar yang terdaftar di sekolah ini, mulai dari taman kanak-kanak hingga kelas 8, terpaksa menelantarkan sekolah mereka sebagai akibat dari masalah ini.

Seluruh staf dan guru juga menolak menghadiri kelas sampai masalah ini diselesaikan.

Ayah dari salah satu siswa, Andrew Thomas mempertanyakan lamanya waktu yang diperlukan untuk mencari solusi atas masalah ini mengingat panitia sekolah dan kepala kelompok masyarakat telah mengetahui isu ini.

Kepala sekolah sekolah Eratap, Ambito Valia mengatakan bahwa apabila masalah ini tidak diselesaikan maka semua siswa siswi akan tinggal di rumah.

Valia menyatakan ini bukan insiden disruptif pertama. Ada beberapa kasus yang belum terselesaikan, tuturnya.

Beberapa insiden tersebut menimbulkan ketakutan dan kemarahan di kalangan guru dan siswa, sebuah surat telah dikirimkan ke kepala kelompok masyarakat terkait, termasuk Kantor wilayah Pendidikan Shefa, melalui pejabat pendidikan atau Principal Education Officer.

Laporan tentang berandalan yang membobol sekolah, maling yang mencuri sarana prasarana pengajaran seperti peralatan olah raga, dan pengrusakan terhadap gedung sekolah termasuk kusen-kusen jendela ruang kelas telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Selain mengirimkan surat, siswa juga memasang poster dan spanduk untuk protes yang bertuliskan “No stilim ol samting long skul”, “No brokem chair”, (Terjemahan: ‘jangan mencuri dari sekolah’, ‘jangan mematahkan kursi’) dan lainnya. 

Departemen Pendidikan telah mengetahui situasi ini dan mengirim petugas ke pulau untuk melakukan Investigasi lebih lanjut.(Elisabeth C. Giay)

loading...

Sebelumnya

Menteri Anggaran Kaledonia Baru akan tumbangkan kabinet

Selanjutnya

Pergulatan Yap dengan wisata (bagian 2)

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe