Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Otonomi
  3. Kementerian Pertahanan survei perilaku prajurit TNI
  • Senin, 21 Agustus 2017 — 17:36
  • 918x views

Kementerian Pertahanan survei perilaku prajurit TNI

Direktur Kesehatan Direktorat Jenderal Kekuatan Pertahanan Kementerian Pertahanan, Laksamana Pertama TNI dr. Arie Zakaria, mengatakan survei terhadap para prajurit dilakukan lima tahun sekali.
Pemeriksaan darah para prajurit TNI - Jubi/Alex
Alexander Loen
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Direktorat Jenderal Kekuatan Pertahanan Kementerian Pertahanan melakukan survei penyebaran HIV dan perilaku prajurit TNI yang bertugas di Papua.

Direktur Kesehatan Direktorat Jenderal Kekuatan Pertahanan Kementerian Pertahanan, Laksamana Pertama TNI dr. Arie Zakaria, mengatakan survei terhadap para prajurit dilakukan lima tahun sekali.

"Kami ingin melihat setelah lima tahun, apakah ada perubahan pengetahuan prajurit TNI tentang HIV, cara pencegahan dan cara pengobatan," kata Arie kepada wartawan, di Jayapura, Senin (21/8/2017).

Dari hasil monitoring, ujar ia, penyebaran HIV di jajaran prajurit TNI jauh lebih menurun. Namun kata ia, sebagai prajurit juga harus bisa mengajak warga sekitar untuk tahu bahaya dan cara pengobatan HIV.

"Ini yang kami ingin lihat, berapa kemajuannya dibandingkan dengan survei yang dilakukan lima tahun yang lalu" ucapnya.

Menurut ia, survei ini dilakukan di enam provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Kepulauan Riau, Bali, Jawa Timur dan Papua. 

"Kami tahu prevalensi HIV di Papua sangat tinggi, untuk itu kami ingin memperlihatkan apakah pengetahuan prajurit yang ditugaskan di sini juga lebih baik karena berisiko lebih tinggi, karena kami harus melindungi prajurit," kata Arie.

"Bagaimanapun penugasan yang bisa sampai 6-7 bulan berisiko terkena penyakit mematikan ini," tambahnya. 

Selain itu, kata Arie Zakaria, tujuan pihaknya datang ke Papua juga untuk melihat perkembangan penyebaran penyakit TBC.

"Angka TBC di masyarakat masih tinggi, apalagi penyakit ini menular. Untuk itu kami ingin menyurvei hal ini, khusus bagi prajurit TNI. Sebab kami menjamin setiap prajurit," kata Arie.

"Kami harus melihat bagaimana situasi prajurit TNI yang bertugas di Papua, dengan begitu ke depan akan kami rancangkan peraturan apa yang harus dikeluarkan, obat apa yang harus disiapkan guna menjamin tugas para prajurit di manapun berada," tambahnya.

Hal senada disampaikan Kepala Rumah Sakit TNI AD Marthen Indey Kolonel CKM dr. Wahyu Triyanto. Dirinya mengatakan survei terhadap para prajurit dilakukan lima tahun sekali, dengan harapan seluruh prajurit memiliki pengetahuan lebih tentang HIV dan TBC.

"Sebagai pimpinan saya selalu ingatkan para staf untuk selalu mengedepankan kesehatan dalam menjalankan tugas, dan tingkatkan pengetahuan mengenai cara pencegahan dan pengobatan," kata Wahyu. (*)   

loading...

Sebelumnya

Elysa Auri: kehadiran ASN saat apel jauh dari harapan

Selanjutnya

Pendamping koperasi dan UKM diminta jeli lihat peluang

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Rabu, 18 Juli 2018 WP | 4599x views
Nabire Membangun |— Selasa, 17 Juli 2018 WP | 4393x views
Dunia |— Minggu, 22 Juli 2018 WP | 4039x views
Jayapura Membangun |— Selasa, 17 Juli 2018 WP | 3517x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe