close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Nelayan sulit jual ikan, Dewan akan panggil Kadis Kelautan
  • Senin, 21 Agustus 2017 — 22:39
  • 1141x views

Nelayan sulit jual ikan, Dewan akan panggil Kadis Kelautan

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke akan memanggil Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Merauke, Suhono Suryo, untuk memberikan penjelasan, terkait minimnya tempat penampungan ikan bagi para nelayan tradisional.
Kapal nelayan yang biasa menangkap ikan di laut Arafura – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Merauke, Jubi - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke akan memanggil Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Merauke, Suhono Suryo, untuk memberikan penjelasan, terkait minimnya tempat penampungan ikan bagi para nelayan tradisional.

“Minggu lalu saya melakukan reses di Wanam, Distrik Tabonji. Disana, nelayan lokal mengeluhkan ikan hasil tangkapan mereka yang sulit dijual, karena minimnya kapal penampungan,” ujar Ketua DPRD Merauke, Fransiskus Sirfefa, Senin (21/8/2017).

Dijelaskan, dengan adanya moratorium yang dikeluarkan Menteri Kelautan dan Perikanan, dampak positif sangat besar.  Ikan di perairan Pulau Kimaam bertambah  banyak. Karena perusahan asing tak beroperasi melakukan penangkapan.

Disaat nelayan tradisional menangkap ikan dalam jumlah banyak, mereka sulit memasarkan. Akibatnya, ikan dibuang begitu saja, setelah gelembungnya diambil.

“Ada kapal milik PT Perindo, namun jadwal operasi tidak rutin dilakukan. Dalam tiga bulan sekali baru jalan. Itupun tempat penampungakn sangat terbatas disiapkan,” katanya.

Bahkan, lanjut dia, jarak penampungan mencapai 10 mil di tengah laut. Akibatnya, nelayan lokal yang hanya menggunakan ketinting maupun mendayung perahu secara manual, tak dapat menjangkau ke tempat tersebut.

“Nah,  dengan sejumlah persoalan dimaksud, Dewan akan memanggil pejabat di Dinas Kelautan dan Perikanan, agar memberikan penjelasan, sekaligus dicarikan solusi terbaik,” tuturnya.

Minimal, menurut dia, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk membeli secara rutin ikan tangkapan nelayan. Juga mencari investor yang menyiapkan kapal bersama tempat penampungan, sehingga dapat membeli langsung ikan dari nelayan lokal.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Merauke, Suhono Suryo, beberapa waktu lalu mengakui jika empat  distrik di pulau Kimaam, yakni Waan, Kimaam, Tabonji, dan Ilwayab memiliki potensi ikan sangat berlimpah.

“Saya sedang membangun komunikasi bersama investor. Jika ada yang berminat, pihaknya siap memfasilitasi agar membeli hasil tangkapan ikan nelayan,” katanya.

Dia juga mengaku akan menurunkan tim ke kampung-kampung memberikan pelatihan kepada masyarakat  tentang pengolahan ikan asin. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Masyarakat keluhkan pemanfaatan kartu BPJS

Selanjutnya

Dewan desak Pemkab Merauke genjot serapan APBD

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4890x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4201x views
Lembar Olahraga |— Rabu, 10 Oktober 2018 WP | 2961x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2419x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe