Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Yahukimo gelar pentas “Yang tersisa yang bercerita”
  • Selasa, 22 Agustus 2017 — 07:03
  • 942x views

Yahukimo gelar pentas “Yang tersisa yang bercerita”

Seorang peserta festival dari Suku Yali sedang memperagakan cara membuat api dengan cara tradisional. - Jubi/Yuliana Lantipo
Yuliana Lantipo
yuliana_lantipo@tabloidjubi.com
Editor : Admin Jubi

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Yahukimo, Jubi – Dalam rangka memperingati HUT RI ke-72 dan sekaligus mengembangkan potensi pariwisata, pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Yahukimo menggelar pentas seni dan budaya untuk pertama kalinya, dalam tema “Yang tersisa yang bercerita” di daerah tersebut.

“Kegiatan kebudayaan ini bukan hanya menampilkan budaya asli di sini tapi juga menampilkan seni kebudayaan dari masyarakat Papua dari wilayah lain maupun masyarakat non Papua yang ada di sini,” kata Bupati Abock Busup, MA, usai membuka secara resmi festival itu di Lapangan Yahukimo Bangkit, Dekai, Senin (14/8/2017).

Bupati mengaku wilayahnya memiliki potensi pariwisata dari segi kebudayaan yang sangat beragam namun belum dioptimalkan. Untuk itu, ia meminta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dapat bekerja cepat dan menjalin kerjasama dengan instansi terkait lainnya untuk memajukan dan mengembangkan kepariwisataan di daerah yang memiliki 12 suku berbeda tersebut.

“Sebenarnya kita kaya dengan budaya dan adat istiadat tapi memang belum digarap secara sungguh-sungguh. Makanya saya tanya, mampukah kita melalui sektor ini memperkenalkan daerah kita?! Ini adalah tantangan untuk (dinas) pariwisata dan kebudayan. Kerjasama dengan dinas lain dan kembangkan pariwisata daerah ini,” tegas Bupati.

“Saya harap tahun depan bisa buat lagi karnaval budaya yang lebih terorganisir secara baik, sekaligus dalam moment HUT 17 Agustus,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Yahukimo, Niko Bayage, S.IP, mengatakan festival budaya kali ini merupakan yang pertama kali digelar di daerah tersebut. Ia mengaku akan terus berupaya meningkatkan dan mempromosikan daerah melalui sektor pariwisata dan kebudayaan Yahukimo ke daerah lain dari tingkat lokal, nasional dan internasional.

“Kegiatan seperti ini memang baru pertama di sini, tahun ini sekaligus untuk peringati 17 Agustus. Persiapannya kami minta 12 suku yang ada di sini untuk tampilkan seni dan budayanya dan perkenalkan itu kepada semua masyarakat. Untuk berikut kami akan terus berusaha supaya lebih baik lagi dan terkenal hingga mancanegara,” kata Niko.

Ketua Panitia Festival Budaya Yahukimo, yang juga kepala Bidang Pariwisata, Isak Yembise, menjelaskan kegiatan itu dibagi dalam dua kategori yaitu pentas seni dan festival budaya.

“Pentas seni sendiri diikuti sekitar 20an kelompok dari beragam latar belakang untuk lomba yasim pancar. Sementara festival budaya sendiri ada pentas dari suku-suku asli Yahukimo, mereka membawakan tarian dan nyanyian dengan kostum tradisionalnya masing-masing. Ini tidak dinilai tapi untuk ditampilkan supaya masyarakat lebih kenal budaya suku-suku asli di sini,” jelasnya.

Beberapa suku asli yang tampil di antaranya suku Kimyal, Hubla, dan Yali. (*)

 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Kampung Harapan Yahukimo bangun 20 rumah sederhana

Selanjutnya

Menanti tiga tahun, 196 orang akhirnya masuk diklat pelatihan dasar CPNS

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe