Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Meepago
  3. Pejabat Pemprov ‘buka baju’ di halaman kantor DPR Deiyai
  • Selasa, 22 Agustus 2017 — 07:33
  • 2364x views

Pejabat Pemprov ‘buka baju’ di halaman kantor DPR Deiyai

Mama-mama Deiyai duduk di paling depan saat aksi damai di halaman DPRD Deiyai, Senin, (21/8/2017) – Jubi/Abeth You
Yuliana Lantipo
Editor : Admin Jubi
LipSus
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 21:50 WP
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 16:20 WP
Features |
Kamis, 21 Juni 2018 | 17:48 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Deiyai, Jubi – Dihadapan ratusan masyarakat dan anggota DPR Deiyai, pejabat pemerintah provinsi Papua, dr. Anton Mote melakukan aksi ‘buka baju’ sebagai bentuk dukungan untuk mengusir PT Putra Dewa Paniai dan Brimob dari daerah itu.

“Saya sebagai dokter pribadi gubernur Papua, saya ‘buka baju’ dan lepaskan jabatan saya,” tegas dr. Anton Mote, Senin (21/8/2017), di halaman DPR yang disaksikan ratusan warga Deiyai, dan dilaporkan Philemon Keiya, wartawan lokal.

Kata dr. Anton, tragedi 1 Agustus di kampung Oneibo sangat tragis, pasalnya di saat seluruh masyarakat Indonesia sedang menyiapkan perayaan hari kemerdekaannya yang ke 72, justeru terjadi pertumpahan darah dan air mata bagi rakyat Deiyai karena alat negara. “Sebagai intelektual dan anak asli Deiyai, kami sangat sayangkan hal itu,” katanya.

Ia menjelaskan, usai terjadi penembakan, tanggal 2 Agustus lalu, dirinya berada di kabupaten Nabire. “Saya temui korban yang dirujuk dari Deiyai ke Nabire sebanyak empat orang. Mereka (korban luka berat) berjejer. Tubuh mereka penuh luka dan ditembus peluru,” jelasnya.

Brimob dan PT PDP

Dr. Anton, sebagaimana tuntutan masyarakat dan keluarga korban, ia mendesak Brimob dan PT Putra Dewa Paniai keluar dari daerah tersebut.

“PT Putra Dewa Paniai harus mengoreksi diri dan hari ini harus angkat kaki dari tanah Deiyai. Mulai hari ini jangan beroperasi di wilayah ini (Deiyai) dan dari seluruh tanah Papua,” tegas dia.

Kepala kampung Oneibo, Melianus Pakage mengatakan dirinya siap kembalikan (lambang) garuda. “Saya berdiri dengan pakaian garuda. Namun, Brimob tembak rentetan bunuh anak-anak saya dibelakang saya,” kenangnya.

Kata dia, dirinya ada di kampung sebagai pemerintahan terkecil. Pada saat kejadian itu, ia mengaku dirinya tidak pernah dihargai oleh aparat keamanan.

“Apakah saya pimpin rumput-rumput di kampung karena rakyat saya ditembak mati semua? Kalau begitu, hari ini saya siap kembalikan garuda karena saya tidak dihargai sebagai pemerintah terkecil dari negara ini,” ucapnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Perempuan Deiyai: Tolong selamatkan anak-anak yang tersisa

Selanjutnya

Pemkab Deiyai beri santunan 1,9 M bagi korban tragedi 1 Agustus

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat