Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Meepago
  3. Pejabat Pemprov ‘buka baju’ di halaman kantor DPR Deiyai
  • Selasa, 22 Agustus 2017 — 07:33
  • 1758x views

Pejabat Pemprov ‘buka baju’ di halaman kantor DPR Deiyai

Mama-mama Deiyai duduk di paling depan saat aksi damai di halaman DPRD Deiyai, Senin, (21/8/2017) – Jubi/Abeth You
Yuliana Lantipo
yuliana_lantipo@tabloidjubi.com
Editor : Admin Jubi

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Deiyai, Jubi – Dihadapan ratusan masyarakat dan anggota DPR Deiyai, pejabat pemerintah provinsi Papua, dr. Anton Mote melakukan aksi ‘buka baju’ sebagai bentuk dukungan untuk mengusir PT Putra Dewa Paniai dan Brimob dari daerah itu.

“Saya sebagai dokter pribadi gubernur Papua, saya ‘buka baju’ dan lepaskan jabatan saya,” tegas dr. Anton Mote, Senin (21/8/2017), di halaman DPR yang disaksikan ratusan warga Deiyai, dan dilaporkan Philemon Keiya, wartawan lokal.

Kata dr. Anton, tragedi 1 Agustus di kampung Oneibo sangat tragis, pasalnya di saat seluruh masyarakat Indonesia sedang menyiapkan perayaan hari kemerdekaannya yang ke 72, justeru terjadi pertumpahan darah dan air mata bagi rakyat Deiyai karena alat negara. “Sebagai intelektual dan anak asli Deiyai, kami sangat sayangkan hal itu,” katanya.

Ia menjelaskan, usai terjadi penembakan, tanggal 2 Agustus lalu, dirinya berada di kabupaten Nabire. “Saya temui korban yang dirujuk dari Deiyai ke Nabire sebanyak empat orang. Mereka (korban luka berat) berjejer. Tubuh mereka penuh luka dan ditembus peluru,” jelasnya.

Brimob dan PT PDP

Dr. Anton, sebagaimana tuntutan masyarakat dan keluarga korban, ia mendesak Brimob dan PT Putra Dewa Paniai keluar dari daerah tersebut.

“PT Putra Dewa Paniai harus mengoreksi diri dan hari ini harus angkat kaki dari tanah Deiyai. Mulai hari ini jangan beroperasi di wilayah ini (Deiyai) dan dari seluruh tanah Papua,” tegas dia.

Kepala kampung Oneibo, Melianus Pakage mengatakan dirinya siap kembalikan (lambang) garuda. “Saya berdiri dengan pakaian garuda. Namun, Brimob tembak rentetan bunuh anak-anak saya dibelakang saya,” kenangnya.

Kata dia, dirinya ada di kampung sebagai pemerintahan terkecil. Pada saat kejadian itu, ia mengaku dirinya tidak pernah dihargai oleh aparat keamanan.

“Apakah saya pimpin rumput-rumput di kampung karena rakyat saya ditembak mati semua? Kalau begitu, hari ini saya siap kembalikan garuda karena saya tidak dihargai sebagai pemerintah terkecil dari negara ini,” ucapnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Perempuan Deiyai: Tolong selamatkan anak-anak yang tersisa

Selanjutnya

Pemkab Deiyai beri santunan 1,9 M bagi korban tragedi 1 Agustus

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe