Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Sebanyak 794 ton pupuk bersubsidi numpuk di distributor
  • Selasa, 22 Agustus 2017 — 16:07
  • 498x views

Sebanyak 794 ton pupuk bersubsidi numpuk di distributor

Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke melakukan sidak di tingkat distributor pada tanggal 30 Juli 2017 lalu. Sidak dilakukan, setelah muncul keluhan petani dari waktu ke waktu, terkait kelangkaan pupuk yang terjadi saat musim tanam.
Ketua Komisi B DPRD Merauke, Jorgen Betaubun, berikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
frans@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Merauke, Jubi - Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke melakukan sidak di tingkat distributor pada tanggal 30 Juli 2017 lalu. Sidak dilakukan, setelah muncul keluhan petani dari waktu ke waktu, terkait kelangkaan pupuk yang terjadi saat musim tanam.

Saat sidak di dua distributor, ditemukan 794 ton pupuk bersubsidi menumpuk di gudang dan belum disalurkan kepada petani.

Demikian disampaikan Ketua Komisi B DPRD Merauke, Jorgen Betaubun, kepada sejumlah wartawan, Selasa (22/8/2017), usai melakukan pertemuan dengan Sekretaris Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Merauke, Romanus Sudjatmiko.

“Saya ingin tegaskan bahwa tidak ada kelangkaan pupuk di Kabupaten Merauke. Itu semata-mata karena kurang adanya koordinasi antara distributor kepada petani, saat penyaluran dilakukan,” tegasnya.

Jorgen juga mempertanyakan peran dari dinas terkait terutama petugas penyuluh pertanian (PPL) di lapangan.

“Setelah kami menemukan ratusan ton pupuk subsidi di beberapa gudang, jawaban dari distributor kalau pupuk datang saat petani sudah selesai menanam. Nah, ini juga menjadi salah satu persoalan,” katanya.

Dia mengaku, dari penjelasan pejabat di Dinas Pertanian, ada orang yang membeli pupuk dalam jumlah banyak.  Sehingga kuota bagi petani, yang harus mendapatkan 400 kilogram untuk dua hektar, justru tidak mendapatkan.

Akibatnya, lanjut dia, petani yang kurang mampu terus berteriak lantaran tak mendapatkan pupuk saat musim tanam datang.

“Saya kira ini persoalan serius yang harus segera disikapi dengan cepat,” pintanya.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Merauke, Romanus Sujatmiko, mengaku selama ini tidak ada kelangkaan pupuk.  Namun kuota yang diminta Pemkab Merauke dari pusat melalui provinsi tidak sesuai.

“Bagaimana mungkin kita minta kuota pupuk untuk beberapa jenis 34.000 ton, namun diberikan hanya sekitar 7.000 ton. Sementara kebutuhan petani sangat meningkat dari tahun  ke tahun, setelah terjadi pembukaan luasan lahan,” ujarnya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Rp 35 miliar untuk lanjutan pembangunan kantor Bupati Merauke

Selanjutnya

Dinas Pertanian Merauke tak punya kewenangan intervensi distributor

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe