Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Komnas HAM sampaikan kasus Deiyai ke Kapolri
  • Selasa, 22 Agustus 2017 — 17:17
  • 379x views

Komnas HAM sampaikan kasus Deiyai ke Kapolri

Disebutkan, Ketua Tim Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM RI, Natalius Pigai, telah menyampaikan kasus Deiyai kepada Kapolri guna penegakan hukum secepatnya.
Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai saat olah TKP di kampung Oneibo, Deiyai – Jubi/Philemon Keiya
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Deiyai, Jubi - Menindaklanjuti peristiwa dugaan penembakan warga Deiyai oleh anggota Brimob Polres Paniai, yang menyebabkan satu orang tewas dan belasan lainnya luka-luka di Desa Oneibo, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai pada 1 Agustus 2017, Komnas HAM melakukan pemantauan dan penyelidikan di lapangan.

Melalui informasi dari Komnas HAM yang diterima redaksi Jubi, Minggu, (20/8/2017), perwakilan Komnas HAM Provinsi Papua sejak 3 Agustus, sudah menemui korban dan mengunjungi tempat kejadian.

Disebutkan, Ketua Tim Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM RI, Natalius Pigai, telah menyampaikan kasus Deiyai kepada Kapolri guna penegakan hukum secepatnya.

“Pada 8 sampai 12 Agustus 2017, kami langsung melakukan pemantauan dan penyelidikan di lokasi kejadian, di antaranya bertemu korban dan saksi-saksi peristiwa, audiensi dengan RSUD yang merawat korban luka, olah tempat kejadian peristiwa, dan berkoordinasi dengan perwakilan Komnas HAM Provinsi Papua,” jelas Natalius Pigai. 

Lanjutnya, untuk membahas peristiwa dan tindak lanjut kasus tersebut, pada 11 Agustus, atas permintaan Komnas HAM, Kapolda Papua menghadirkan kepala daerah terkait dalam pertemuan antara Kapolri dan jajarannya. Kepala daerah yang diundang terdiri dari Bupati Nabire, Paniai, Deiyai, dan Dogiyai di Timika.

"Komnas HAM juga mengunjungi korban luka yang dirujuk di RS Dok II Jayapura atas nama Delianus Pekei dan Yohanes Pakage, yang dilanjutkan pertemuan dengan Kapolda Papua guna membahas hal-hal teknis terkait percepatan proses penegakan hukum terhadap anggota Brimob, penutupan pos Brimob di Deiyai, dan potensi keterlibatan perusahaan PT. Putra Dewa Paniai," katanya.

Terpisah, Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan Kapolsek Tigi N. Raini dan delapan anggota Brimob telah melanggar prosedur tetap (protap), saat menangani aksi massa di Kampung Oneibo.

"Sesuai rekomendasi yang diberikan tim investigasi, Kapolsek dan delapan anggota Brimob, diduga kuat telah melakukan pelanggaran prosedur dalam penanganan aksi massa," katanya.

Menurutnya tim investigasi telah kembali dari Deiyai dan melaporkan hasil kerja kepada pimpinan Polda Papua.

"Setelah dicek satu per satu rangkaian tindakan anggota di lapangan, ternyata ada tindakan-tindakan yang tidak terkoordinir dengan baik antara Polsek dan Brimob. Kemudian tidak adanya kesepahaman dalam mengatasi masyarakat yang saat itu melampiaskan kekecewaan mereka terhadap perusahaan," jelasnya. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Hari ini Gubernur Papua dijadwalkan hadir sebagai saksi kasus korupsi beasiswa

Selanjutnya

Usir PT Putra Dewa dan Brimob dari Deiyai, warga buat petisi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe