Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Menteri BUMN turunkan harga semen di Papua
  • Selasa, 22 Agustus 2017 — 19:34
  • 739x views

Menteri BUMN turunkan harga semen di Papua

“Hari ini mulai direalisasikan di Mulia, Puncak Jaya kita sudah mulai dengan menekan harga menjadi 500 ribu yang biasanya satu hingga dua juta rupiah per sak, karena itu yang paling tinggi,” katanya kepada wartawan saat kunjungan kerja ke Jayawijaya dan Puncak Jaya, Selasa (22/8/2017).
Menteri BUMN, Rini Soemarno ketika melakukan kunjungan kerja ke Jayawijaya-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Wamena, Jubi – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia, Rini Soemarno, menegaskan harga semen di Jayawijaya dan Puncak Jaya terhitung mulai tanggal 22 Agustus 2017 sudah mengalami perubahan.

Dijelaskan, khusus harga semen di Puncak Jaya yang tadinya per sak semen seharga 1-2 juta rupiah, ditekan menjadi Rp500 ribu. Sementara di Jayawijaya, sesuai dengan subsidi yang diberikan pemerintah pusat untuk harga semen 40 seharga Rp 370.000.

“Hari ini mulai direalisasikan di Mulia, Puncak Jaya kita sudah mulai dengan menekan harga menjadi 500 ribu yang biasanya satu hingga dua juta rupiah per sak, karena itu yang paling tinggi,” katanya kepada wartawan saat kunjungan kerja ke Jayawijaya dan Puncak Jaya, Selasa (22/8/2017).

Ditambahkan, Kementerian BUMN juga ingin memperbaiki sistem transportasi supaya harga bisa ditekan, yang mana jalur masuknya dari Timika, Wamena lalu ke Puncak Jaya.

“Di Jayawijaya biasanya harga semen sekitar 570-580 ribu per sak. Untuk semen Tonasa harga 370 ribu rupiah untuk Jayawijaya. Semua distributor yang dari semen Tonasa dijual dengan harga 370.000 untuk yang 40 kg,” katanya.

Menurutnya, hal ini sudah sinergi dengan seluruh BUMN lainnya seperti Pelni, Pelindo IV, PT. Pos Indonesia sebagai gudangnya, Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), Semen Tonasa dan juga Semen Indonesia sebagai induknya.

“Kita juga melakukan cross subsidi sama seperti kita tekan harga BBM di pegunungan tengah Papua ini,” terang Rini Soemarno.

Mengenai angkutan udaranya sendiri, Menteri BUMN akui pihaknya sedang melihat bagaimana sistem transportasi udara. Pihaknya sudah melakukan pembicaraan dengan Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) apakah bisa bekerjasama untuk angkutan udara, sehingga bisa menurunkan coast, dan akan dilihat apakah bisa memiliki pesawat spesial logistik khusus wilayah pedalaman Papua.

“Saya juga menekankan betul ke seluruh BUMN bahwa bekerja keras dan profesional dan membuat BUMN selalu mendapat keuntungan. Sehingga bisa membuat program yang memberikan keringanan kepada masyarakat yang jauh tempat tinggalnya,” sampainya.

Sementara Bupati Jayawijaya, Wempi Wetipo mengakui bahwa untuk pengawasannya sendiri memang dilakukan langsung oleh PPI untuk subsidi harga semen 40 kg ini.

“Pengawasannya nanti akan kita atur dan awasi terus. Namun PPI yang awasi sekarang, jika pemerintah daerah diberi kewenangan untuk awasi, kita lakukan,” ungkap Wempi Wetipo. (*)

loading...

Sebelumnya

KPK dan bupati harap partisipasi DPRD sampaikan LHKPN

Selanjutnya

Hanya 14 jaksa, Kejari Wamena tetap maksimal

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe