Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Ini kado Pertamina ke masyarakat Papua dan Maluku di HUT ke-72 RI
  • Selasa, 22 Agustus 2017 — 20:04
  • 627x views

Ini kado Pertamina ke masyarakat Papua dan Maluku di HUT ke-72 RI

Dalam rangka perayaan HUT ke-72 RI, PT Pertamina ( Persero) MOR VIII  Maluku Papua mengklaim telah mencapai beberapa poin target dalam semester I tahun 2017 di wilayah kerjanya.
SPBU yang menjual Dexlite di Kota Jayapura - Jubi/Sindung 
Sindung Sukoco
sindung@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Dalam rangka perayaan HUT ke-72 RI, PT Pertamina ( Persero) MOR VIII  Maluku Papua mengklaim telah mencapai beberapa poin target dalam semester I tahun 2017 di wilayah kerjanya.

Retail Fuel Marketing Manager Pertamina Maluku-Papua, Zibali Hisbul Masih, mengungkapkan sebagai kado ultah HUT ke-72 RI dari Pertamina MOR VIII untuk masyarakat Maluku-Papua yaitu 'Better ENERGY for better LIFE'.

"Ada empat poin yang telah dicapai MOR VIII dalam semester ini. Satu, penetrasi pasar Dexlite di Maluku-Papua yang memberikan energi terbaik dari pendahulunya, solar. Dua, perluasan pasar Pertalite di Fakfak dan Timika. Tiga, perluasan lokasi implementasi Nusantara 1 Harga BBM di Maluku-Papua. Empat, penetrasi pasar Bright Gas 5,5 Kg di Maluku Papua," ujar Zibali, melalui telepon selularnya, Minggu (20/8/2017).

Zibali memaparkan penetrasi pasar Dexlite dengan semua kelebihannya adalah upaya pihaknya untuk memberikan energi terbaik untuk negeri, setelah pendahulunya BBM jenis solar.

"Dexlite sama seperti halnya Pertalite, diharapkan dapat diterima oleh konsumen, karena kualitas lebih baik dan harga terjangkau untuk performance diesel yang hemat bertenaga," ujarnya. 

Sementara perluasan lokasi implementasi ‘Nusantara 1 Harga BBM’ di Papua Maluku akan terus bertambah hingga ke distrik-distrik di wilayah Papua dan Maluku.

"Pada semester pertama ini sudah menambah di tiga lokasi seperti Paniai Papua, Moswaren, Papua Barat, dan Morotai Utara di Maluku Utara. I=Ini akan bertambah lagi hingga 2018 mendatang," ujarnya.

Selanjutnya, perluasan lokasi pengembangan pasar Pertalite dimana pada semester satu ini hingga akhir tahun bertambah kota yaitu Fakfak dan Timika. Sedangkan penetrasi perluasan Bright Gas 5,5 Kg di berbagai kota di Papua-Maluku.

"Hadirnya Bright Gas memberikan pilihan bahan bakar selain kerosene atau minyak tanah," ujarnya. 

Dukungan Pertamina untuk mewujudkan satu harga nasional harus diawasi dikemukakan oleh Legislator Papua, Mustakim.  Dia mempertanyakan pemberlakuan bahan bakar minyak (BBM) satu harga di Papua yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu.

Anggota Komisi II DPR Papua yang membidangi ekonomi itu mengatakan hingga kini belum semua masyarakat Papua baik di pegunungan maupun pesisir dapat menikmati BBM satu harga.

"Kami mempertanyakan pengawasan dalam distribusi seperti apa. Misalnya di Jayawijaya, dalam waktu satu jam BBM itu sudah habis. Kalau sekali distribusi sebanyak lima ton BBM, apakah mungkin jumlah itu semua diisi tangki kendaraan roda dua dan empat," kata Mustakim, pekan lalu.

Menurutnya, dibutuhkan pengawasan distribusi dan pengawasan lapangan yang ketat dalam penerapan BBM satu harga di Papua. Jika tidak dikhawatirkan momen ini, akan dimanfaatkan oknum-oknum tak bertanggung-jawab untuk mendapat keuntungan.

"Harus dipastikan distribusi BBM di lapangan benar-benar sepenuhnya diperuntukkan kepada masyarakat. Jangan sampai ada oknum-oknum yang memanfaatkan situasi," ujarnya.

Hal yang sama dikatakan legislator Papua lainnya, Thomas Sondegau. Menurutnya, kalau di lapangan masyarakat ternyata tak sepenuhnya menikmati BBM satu harga, siapa yang bertanggung-jawab. Tentu pihak terkait yang terlibat dalam penyaluran dan pengawasan.

"Kalau masyarakat tidak mendapatkan BBM satu harga, kasihan karena mau tidak mau mereka akan membeli nonsubsidi karena itu kebutuhan," kata Thomas.

Katanya, DPR Papua sendiri tidak pernah dilibatkan dalam hal pengawasan.

"Meski begitu kami tetap berupaya memonitor seperti apa di lapangan, karena ini juga bagian dari tugas kami," ucapnya. (*)

 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Hiswana membuka diri bagi ‘Investor BBM’

Selanjutnya

Sepuluh hari jelang Idul Adha, penjualan hewan kurban belum menggeliat 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe