Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Polisi Kepulauan Cook diduga sembunyikan fakta serangan brutal terhadap remaja
  • Rabu, 23 Agustus 2017 — 06:04
  • 640x views

Polisi Kepulauan Cook diduga sembunyikan fakta serangan brutal terhadap remaja

Korban mengaku dia dipukul di kepala dengan botol bir lalu kakinya ditikam menggunakan pecahan botol bir tersebut.
Komisaris polisi Kepulauan Cook, Maara Tetava menginformasikan bahwa sebuah proses pninjauan kembali sedang akan dilakukan. Keluarga korban mengatakan bahwa ini saja tidak cukup – RNZI/ Supplied
RNZI
Editor : Zely Ariane

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Avarua, Jubi – Jaksa penuntut dan polisi di Kepulauan Cook dituduh menyembunyikan informasi mengenai serangan brutal terhadap seorang anak laki-laki berusia 17 tahun.

Korban mengaku dia dipukul di kepala dengan botol bir lalu kakinya ditikam menggunakan pecahan botol bir tersebut.

Namun orang tuanya mengeluhkan bahwa polisi tidak menyebutkan hal ini dalam ringkasan pengadilan mereka dan pelaku penyerangan diduga berjalan bebas dari tuduhan penyerangan tanpa diproses.

Orang tua korban mengatakan bahwa menurut sumber-sumber di kepolisian, informasi disembunyikan dengan sengaja karena terdakwa diduga memiliki hubungan keluarga yang erat dengan seorang perwira senior di kepolisian.

Menanganggapi keluhan ini, Komisaris polisi Kepulauan Cook, Maara Tetava, telah mengonfirmasi bahwa sebuah proses "peninjauan kembali dokumen tersebut sedang dilakukan di bawah konteks umum dari insiden penyerangan tersebut."

Orang tua korban mengatakan peninjauan kembali ini saja tidak cukup. Menurut mereka terlihat jelas ada elemen konflik kepentingan dalam penyelesaian kasus ini dan meminta penyelidikan independen atas penanganan kasus tersebut.(Elisabeth C. Giay)

loading...

Sebelumnya

Oposisi klaim kumpulkan kekuatan, hendak gulingkan Perdana Menteri Sogavare

Selanjutnya

Sekolah di Penama minta pemerintah larang ponsel pintar

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe