Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Sekolah di Penama minta pemerintah larang ponsel pintar
  • Rabu, 23 Agustus 2017 — 06:09
  • 346x views

Sekolah di Penama minta pemerintah larang ponsel pintar

"Kami juga ingin meyakinkan semua orang tua dan wali semua siswa kami yang berjumlah 290 pelajar, dari kelas 7 hingga kelas 13 yang belajar di Ranwadi College, bahwa ini adalah tingkah dari satu atau dua siswa yang kecewa, kasus ini sedang ditangani polisi dan kita semua harus tetap tenang."
Pelajar di Ranwadi College saat penamatan siswa – Wikipedia/Ranwadi College by Tabisini
Vanuatu Daily
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Penama, Jubi – Wakil Kepala sekolah dari Ranwadi College di Pentecost Selatan, Provinsi Penama Vanuatu, Max Tari, menyerukan kepada pemerintah untuk melarang penggunaan telepon genggam dan akses ke media sosial di sekolah-sekolah menengah.

Tari menyerukan topik ini setelah sekelompok pelajar yang belum diidentifikasi tertangkap menghina dan mengancam Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, dan staf Ranwadi College di media sosial, yang berujung pihak sekolah melibatkan polisi untuk selidiki semua pelajar yang terlibat.

"Ini luar biasa. Semua hinaan tidak bisa diterima dan mendiskreditkan sekolah kami. Polisi sedang menyelidiki siswa atau siswa-siswa yang terlibat. Masalah ini telah mencoreng nama baik Ranwadi sebagai salah satu sekolah yang terkemuka dan paling dihormati di Vanuatu yang telah menghasilkan pemimpin-pemimpin di pemerintahan, Gereja, LSM dan Sektor Swasta selama bertahun-tahun sejak didirikan oleh Gereja Kristus Vanuatu (Churches of Christ of Vanuatu), " tutur wakil Kepala Sekolah Tari minggu ini.

Pada saat yang sama, Tari meyakinkan setiap orang tua, wali dan orang-orang di Pulau Pentecost bahwa semua tuduhan yang diarahkan kepada mereka melalui media sosial itu tidak memiliki dasar dan tidak dapat dipercaya.

"Hal seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya, namun insiden ini dapat terjadi sekarang karena mudahnya akses ke ponsel pintar dan media sosial," tambahnya

"Kami juga ingin meyakinkan semua orang tua dan wali semua siswa kami yang berjumlah 290 pelajar, dari kelas 7 hingga kelas 13 yang belajar di Ranwadi College, bahwa ini adalah tingkah dari satu atau dua siswa yang kecewa, kasus ini sedang ditangani polisi dan kita semua harus tetap tenang."

Dia juga menegaskan Ranwadi College adalah sekolah menengah yang selalu menjunjung tinggi prinsip-prinsip Kekristenan, takut akan Tuhan dan menghormati masyarakat.(Elisabeth C. Giay)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Polisi Kepulauan Cook diduga sembunyikan fakta serangan brutal terhadap remaja

Selanjutnya

Agar berguna, informasi kerjasama regional di Pasifik harus jelas

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe