Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Mamta
  3. Sekitar 10 ribu pengusaha Papua akan datangi Gubernur
  • Rabu, 23 Agustus 2017 — 13:34
  • 676x views

Sekitar 10 ribu pengusaha Papua akan datangi Gubernur

Sekitar 10 ribu anggota Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) dan Asosiasi Lokal Pengusaha Papua, gabungan dari 15 organisasi usaha, berencana akan bertemu Gubernur Papua, Lukas Enembe, Kamis (31/8) pekan depan. Mereka akan minta Gubernur menandatangani Pergub petunjuk teknis pelaksanaan Perdasus No 18 tentang ekonomi berbasis masyarakat
Jumpa pers yang digelar Kamar Adat Pengusaha Papua, di Kantor Pusat KAPP, di Perumnas Satu Waena, Selasa (22/8/2017) – Jubi/Hengky
Hengky Yeimo
yeimohengky@gmail.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Sekitar 10 ribu anggota Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) dan Asosiasi Lokal Pengusaha Papua, gabungan dari 15 organisasi usaha, berencana akan bertemu Gubernur Papua, Lukas Enembe, Kamis (31/8) pekan depan. Mereka akan minta Gubernur menandatangani Pergub petunjuk teknis pelaksanaan Perdasus No 18 tentang ekonomi berbasis masyarakat

“Ini adalah kebangkitan orang asli Papua,” kata Ketua KAPP, Merry Yoweni, kepada sejumlah awak media dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Pusat KAPP, di Perumnas Satu Waena, Selasa (22/8/2017).

Merry Yoweni mengatakan pengusaha yang akan bertemu Gubernur Lukas Enembe mulai dari penjual pinang, pengusaha mini-mikro, serta pemilik CV dan PT.

“Tiga persen dari dana otsus diberikan kepada pengusaha asli Papua supaya bisa membantu perekonomian mereka,” kata Merry Yoweni.

Merry Yoweni mengatakan sepanjang proses ini berjalan KAPP maupun pihak asosiasi pengusaha asli Papua memutuskan menjadi satu untuk memerjuangkan hak orang asli Papua dibawah payung negara Republik Indonesia agar hak mereka sebagai warga negara Indonesia bisa terjawab.

“Selama ini kami orang asli Papua sangat susah untuk mengakses permodalan ke perbankan sehingga bentuk dukungan atau keberpihakan bisa memberikan situasi bisa memberikan dukungan kepada orang asli Papua,” kata Yoweni.

Yoweni mengatakan selama 72 tahun orang Papua berada dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak ada orang Papua yang bisa dihandalkan dalam duna usaha di republik ini.

“Sudah saatnya kami bangkit untuk meminta hak-hak kami kepada pemerintah sebagai aktor utama pembangunan di atas tanah Papua,” katanya.

Sementara itu, perwakilan Himpunan Pengusaha Pribumi Asli Papua (HIMPARI PAPUA), Frangky Mirino, mengatakan pihaknya telah mempunyai badan hukum dan dibawah naungan KAP Papua. 

“Kami ingin maju dan meningikatkan ekonomi kerakyatan yang dimiliki OAP. Dibawah payung KAPP kami dibentuk untuk bisa maju bersama saudar serumpun di Tanah Papua untuk membangun ekonomi,” katanya.

Frangky Mirino mengatakan Gubernur sangat mendukung dan yang selalu membina kelas bawa dan masyarakt ekonomi lemah untuk membina dalam rangka penigkatan ekonomi di Tanah Papua ini.

“Kami bangga dengan KAAP. Kami juga bisa mengetahui berapa besar kehidupan di tanah ini yang bisa dibina menikmati hasil dari bantuan pemerintah melalui dana yang sudah di salaurkan kepada kami. Sehingga kami bisa maju agar kami bisa meningkatkan ekonomi keluarga dan usaha mikro OAP,” katanya.  (*)

 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Pemkot Jayapura sosialisasi Permendagri Nomor 19 Tahun 2016

Selanjutnya

DGM Indonesia sangat bermanfaat bagi DAP

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe