Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Pemkab Jayawijaya usulkan APBD Perubahan 2017 Rp 1,6 triliun
  • Rabu, 23 Agustus 2017 — 14:50
  • 351x views

Pemkab Jayawijaya usulkan APBD Perubahan 2017 Rp 1,6 triliun

DPRD Jayawijaya menggelar rapat paripurna DPRD Kabupaten Jayawijaya masa sidang II tahun 2017 tentang pembahasan agenda raperda perubahan APBD tahun anggaran 2017, Selasa (22/8/2017) malam.
Suasana pembukaan rapat paripurna tentang raperda perubahan APBD Jayawijaya 2017-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Wamena – DPRD Jayawijaya menggelar rapat paripurna DPRD Kabupaten Jayawijaya masa sidang II tahun 2017 tentang pembahasan agenda raperda perubahan APBD tahun anggaran 2017, Selasa (22/8/2017) malam.

Dalam pembahasan tersebut, pemerintah daerah mengajukan rancangan pereaturan daerah (raperda) perubahan APBD tahun 2017 mengusulkan sebesar Rp 1,6 triliun, naik 4,67 persen. Pendapatan daerah adalah hak pemerintah daerah yang diakui sebagai penambah nilai kekayan bersih daerah.

Bupati Jayawijaya, Wempi Wetipo, mengakui secara garis besar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jayawijaya dalam perubahan APBD tahun 2017 mengalami kenaikan dari rencana semula pada APBD induk sebesar Rp 1,596.549.277.816 menjadi sebesar Rp 1,671.062.671.076.

“Kabupaten Jayawijaya mendapat tambahan anggaran perubahan Rp 74. 513.393.260 atau 4,67 persen, dengan total pendapatan sebelum perubahan sebesar Rp 1,512.464.164.262 menjadi sebesar Rp 1,585.146.592.211 atau bertambah Rp 72.682.427.949 atau 4,81 persen,” ungkapnya saat pembukaan sidang.

Perubahan pendapatan daerah tahun 2017 ini secara umum dapat dijelaskan retribusi daerah, hasil pengolahan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain–lain pendapatan asli daerah yang sah, semula direncanakan Rp 88.874.980.412 pada perubahan ini bertambah sebesar Rp 79.499.179.049 sehingga menjadi sebesar Rp 168.374.159.461 atau meningkat 89,45 persen.

“Secara rinci, hasil pajak daerah bertambah sebesar Rp 3.189.500.000, hasil pengolahan kekayaan daerah bertambah sebesar Rp 1.229.677.627, lain–lain pendapatan asli daerah yang sah bertambah sebesar Rp 83.380.001.422. Hasil retribusi daerah mengalami pengurangan sebesar Rp 8.300.000.000,” jelasnya.

Dana perimbangan, kata Wetipo, semula direncanakan sebesar Rp 921.025.825.000 berkurang sebesar Rp 6.303.879.000 sehingga menjadi sebesar Rp 914.721.946.000. Dana bagi hasil bukan pajak Rp 34.832.289.000, pada perubahan untuk DAU Rp 717.704.374.000 di perubahan berkurang Rp 6.303.879.000, sehingga menjadi Rp 711.400.495.000 atau turun 0,88 persen.

“DAK fisik, semula direncanakan sebesar Rp 137.569.378.000 namun pada perubahan tidak mengalami perubahan. DAK non fisik  yang semula direncanakan Rp 30.919.784.000, juga tidak mengalami perubahan,” jelas Bupati.

Dana bantuan keuangan dari provinsi atau dari pemerintah daerah lainnya, sebelum perubahan sebesar Rp 38. 883.694.000 setelah beperubahan bertambah Rp 68.609.960.000 sehingga menjadi sebesar Rp 107.493.654.000 atau meningkat 176,45 persen,. Hal ini disebabkan adanya pengalihan penganggaran yang semula dianggarkan sebesar Rp 1.390.040.000, yang semula dianggarkan Rp 1.390.040.000 yang semula Rp 11.800.000.000 pada perubahan menjadi Rp. 10.409.960.000.

“Perubahan APBD merupakan suatu perubahan rencana keuangan tahunan pemerintah yang memuat perubahan, belanja, dan pembiayaan daerah selama satu tahun anggaran,” terangnya.

Ketua DPRD Jayawijaya, Taufik Petrus Latuihamallo, menjelaskan setelah rapat paripurna VI, sebelum rapat paripurna VII untuk penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi tentang rancangan peraturan daerah tentang APBD perubahan Jayawijaya.

“Sebagai bahan pandangan umum fraksi-fraksi, saya minta untuk setiap anggota dewan mempelajari pidato Bupati juga hal-hal yang telah didapat dari sharing dan rapat tukar pendapat dengan komisi-komisi dengan mitra kerja, untuk menjadi bahan dalam pandangan umum fraksi saudara-saudara diharapkan mencatatkan seluruh pandangan umum fraksi terhadap materi raperda APBD perubahan Jayawijaya 2017,” ungkap Taufik Latuihamallo. (*)

 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

KPK minta Inspektorat berperan lebih efektif

Selanjutnya

USAID bersama Humi Inane bahas kekerasan berbasis gender

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe