Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. USAID bersama Humi Inane bahas kekerasan berbasis gender
  • Rabu, 23 Agustus 2017 — 15:06
  • 466x views

USAID bersama Humi Inane bahas kekerasan berbasis gender

USAID Bersama dan Yayasan Humi Inane (Suara Perempuan) menggelar sosialisasi program USAID Bersama dengan Humi Inane tentang kekerasan berbasis gender di Distrik Wamena Kota Kampung Lanitipo, di kantor Kampung Lanitipo, Rabu (23/8/2017).
Sosialisasi program USAID Bersama dengan Humi Inane tentang kekerasan berbasis gender di Distrik Wamena Kota, Kampung Lanitipo - Jubi/Islami
Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Wamena, Jubi – USAID Bersama dan Yayasan Humi Inane (Suara Perempuan) menggelar sosialisasi program USAID Bersama dengan Humi Inane tentang kekerasan berbasis gender di Distrik Wamena Kota Kampung Lanitipo, di kantor Kampung Lanitipo, Rabu (23/8/2017).

Kepala Distrik Wamena Kota, Lince Kogoya, mengatakan ini waktu yan sangat tepat dimana sosialisasi tentang kekerasan gender ini harus dilaksanakan di setiap kampung dan distrik yang ada, kerena pengaruh-pengaruh yang ada pada perkembangan kebutuhan masyarakat yang ada ini tidak hanya terjadi diluar, tetapi ini terjadi di dalam rumah tangga.

“Rumah tangga muda sekarang itu lebih keras ancamannya, oleh karena itu bagaimana sosiaalisasi program kekerasan berbasis gender ini dimiliki, saya percaya di pegunungan khususnya kita di Wamena, kami sudah punya kehidupan masyarakat yang demokrasi kesukuan yang terbangun di masing-masing perkampungan,” katanya.

Diakui, sosialisasi seperti ini harus dimulai dari kampung, lalu melalui orang perorangan.

“Harapan saya, program yang akan dilaksanakan selama satu tahun ini Kampung Lanitipo jadi contoh untuk semua kampung,” ungkapnya.

Sementara, Direktris Humi Inane, Margaretha Wetipo, menjelaskan maksud dari sosialisasi ini adalah bagaimana kerjasama antara USAID Bersama dengan Humi Inane, dalam program ini pihaknya akan jalan selama satu tahun.

“Program ini lebih kepada bagaimana perilaku, karena angka kekerasan di Jayawijaya sangat tinggi, makanya kita dengan USAID Bersama lebih melakukan diskusi untuk peran perempuan dan laki-laki dalam kehidupan berkeluarga,” jelas Etha Wetipo.

Ditambahkan, diskusi ini akan dilakukan dalam lima kali diskusi, dan kini berusaha harapannya untuk bagaimana ada pola perilaku kekerasan yang selama ini terjadi mungkin ada perubahan sedikit, dimana tindakan-tindakan kekerasan tidak terulang lagi.

“Jadi tidak langsung kita hentikan kekerasan, tetapi sedikit demi sedikit untuk menekan angka kekerasan di Jayawijaya. Ini pertama kali dan akan kami lakukan dari kampung ke kampung,” terangnya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Pemkab Jayawijaya usulkan APBD Perubahan 2017 Rp 1,6 triliun

Selanjutnya

Menteri BUMN dorong pemasaran kopi Arabika Wamena

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe