Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nabire Membangun
  3. Angka penderita malaria menurun di Nabire
  • Rabu, 23 Agustus 2017 — 16:29
  • 783x views

Angka penderita malaria menurun di Nabire

"Bila dibandingkan dengan pada 2016, dari 54.147 pasien yang diperiksa positif terjangkit sebanyak 9.422 kasus. Sementara tujuh bulan terakhir tahun ini, dari 26.479 yang diperiksa hanya ada 1.872 kasus," katanya.
Ilustrasi nyamuk malaria - IST
Titus Ruban
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Nabire, Jubi - Angka penderita malaria di Kabupaten Nabire, sejak Januari hingga Juni tahun ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu disampaikan pengelola program malaria Dinkes Nabire, Yenni Derek, Rabu (22/8/17).

Menurutnya penderita malaria diukur dari beberapa indikator, di antaranya slide parasit indeks (SPR) dan anual parasit indeks (API).

"Bila dibandingkan dengan pada 2016, dari 54.147 pasien yang diperiksa positif terjangkit sebanyak 9.422 kasus. Sementara tujuh bulan terakhir tahun ini, dari 26.479 yang diperiksa hanya ada 1.872 kasus," katanya.

Dikatakan Yenni, dari 32 puskesmas yang ada, terdapat 26 tenaga mikroskopis kendati alat mikroskopnya baru 12 buah. Meski demikian, pihaknya tetap berupaya agar program bisa berjalan efektif.

"Kami akan berupaya dengan program yang ada guna menurunkan penderita malaria termasuk bekerjasama dengan berbagai pihak, salah satunya dengan Sub Recipion Yayasan Caritas Timika Papua (SRYCTP), dengan mengadakan pengambilan darah massal atau Mass Blood Survey (MBS)," katanya.

Terpisah Kabid P2P Dinkes Nabire dr. Frans Sayori, mengatakan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah menginstruksikan seluruh unit layanan kesehatan, baik rumah sakit, puskesmas, maupun klinik-klinik swasta agar menggunakan obat anti malaria (OAM), dalam penyembuhan pasien penyakit malaria. 

"Ini instruksi kementerian. Apabila ada masyarakat yang merasa demam jangan langsung mengonsumsi obat lain. Harus periksa darah dulu, sebab belum tentu demam itu malaria," imbaunya. (*)

loading...

Sebelumnya

Sentuhan Gubernur Papua dalam mengangkat kualitas hidup penduduk

Selanjutnya

Danomira: bangun kebiasaan membuang sampah pada tempatnya

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe