Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Solidaritas Suku Sioux, aktivis lingkungan tutup paksa aliran minyak mentah
  • Kamis, 13 Oktober 2016 — 12:00
  • 1308x views

Solidaritas Suku Sioux, aktivis lingkungan tutup paksa aliran minyak mentah

Kelompok Climate Direct Action menyatakan tindakan tersebut merupakan simbol dukungan bagi suku pribumi Sioux di Standing Rock yang memprotes pembangunan jalur pipa minyak yang menghubungkan North Dakota hingga Pantai Teluk Amerika Serikat.
Aktivis di Minnesota tampak mengacungkan lengan merayakan keberhasilan menutup paksa jalur pipa minyak Enbridge, di Minnesota-AS, Selasa (11/10/2016) - boereport.com
ANTARA
Editor : Zely Ariane
LipSus
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 22:57 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 07:49 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 07:39 WP
Features |
Rabu, 21 Februari 2018 | 13:43 WP

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Calgary, Jubi - Aktivis pecinta lingkungan pada Selasa berhasil menghentikan aliran jutaan barel minyak mentah dari Kanada ke Amerika Serikat dengan menutup paksa katup sejumlah pipa strategis secara bersamaan.

Aktivis-aktivis itu secara bersamaan merusak gembok dan rantai untuk memasuki stasiun kontrol pipa minyak di empat negara bagian berbeda. Mereka kemudian memutar katup ke posisi "off" sehingga menghentikan aliran yang memenuhi 15 persen kebutuhan minyak harian di Amerika Serikat.

Kelompok itu kemudian mengunggah video aksi mereka pada pagi harinya. Saat ini mereka telah ditangkap oleh kepolisian setempat.

Kelompok Climate Direct Action menyatakan tindakan tersebut merupakan simbol dukungan bagi suku pribumi Sioux di Standing Rock yang memprotes pembangunan jalur pipa minyak yang menghubungkan North Dakota hingga Pantai Teluk Amerika Serikat.

Proyek senilai 3,7 juta dolar AS itu dikhawatirkan akan merusak tanah suci suku pribumi Amerika sekaligus menguras cadangan air setempat.

Selain itu, sudah bertahun-tahun para aktivis menyuarakan penghentian impor minyak dari Kanada karena dianggap tidak ramah lingkungan.

Sejumlah pejabat negara, perusahaan pipa, dan pakar menyatakan bahwa tindakan para aktivis justru membahayakan lingkungan karena menghentikan aliran di luar jadwal. Aksi itu berpotensi menyebabkan kebocoran, kata mereka.

Para aktivis beralasan mereka telah lebih dulu mempelajari bagaimana menghentikan aliran minyak dengan aman, kata Afrin Sopariwala, juru bicara Climate Direct Action.

"Kami bertindak sebagai respon atas bencana yang akan segera kita hadapi," kata dia merujuk pada perubahan iklim.

Sementara itu pihak kepolisian menyatakan telah melakukan empat penangkapan, tiga di Washington dan satu di Motana. Beberapa aktivis lain di Minnesota dan North Dakota juga ditangkap.

Pipa-pipa dari Kanada ke Amerika Serikat secara keseluruhan mengalirkan 2,8 juta barel minyak setiap harinya. Tidak ada kerusakan dalam aksi pada Selasa. Aksi itu juga tidak membawa dampak negatif yang besar di pasar minyak.(*)

 

loading...

Sebelumnya

Banjir pasca Badai Matthew, korban tewas bertambah

Selanjutnya

Petisi dukungan untuk jurnalis Timor Leste diluncurkan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 6656x views
Pasifik |— Rabu, 14 Februari 2018 WP | 3304x views
Penkes |— Rabu, 21 Februari 2018 WP | 2728x views
Lapago |— Jumat, 16 Februari 2018 WP | 2365x views
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe