Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Kalimantan
  3. Pelabuhan pintu rawan ancaman keamanan pangan
  • Rabu, 23 Agustus 2017 — 17:27
  • 2294x views

Pelabuhan pintu rawan ancaman keamanan pangan

Di Provinsi Kalimantan Tengah sendiri, pihaknya mengindikasikan Kabupaten Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat dan Kapuas sebagai kawasan yang cukup rawan acaman pangan dan kosmetik berbahaya.
Ilustrasi. Jubi/Kompas.com
ANTARA
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Palangka Raya, Jubi - Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan Palangka Raya, Trikoranti Mustikawati mengatakan, pelabuhan dan daerah perbatasan merupakan wilayah yang kerap menjadi pintu masuk produk ilegal sehingga rawan dari ancaman pangan, produk kosmetik dan obat berbahaya.

"Wilayah yang memiliki pelabuhan besar serta daerah yang berbatasan langsung dengan provinsi lain yang memiliki pelabuhan laut itu sangat rawan peredaran produk pangan dan kosmetik ilegal," katanya.

Kerawanan itu menurut dia terjadi karena wilayah tersebut menjadi salah satu jalur atau akses masuknya berbagai produk dari suatu daerah ke daerah lain.

Di Provinsi Kalimantan Tengah sendiri, pihaknya mengindikasikan Kabupaten Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat dan Kapuas sebagai kawasan yang cukup rawan acaman pangan dan kosmetik berbahaya.

Itu karena dua kabupaten tersebut memiliki pelabuhan besar dan satu kabupaten berbatasan langsung dengan provinsi lain.

"Meski demikian, bukan berarti wilayah lain yang tak memiliki pelabuhan dan tak berbatasan dengan provinsi lain tak mewaspadai ancaman itu," katanya.

Trikoranti mengatakan, kewaspadaan terhadap ancaman pangan dan kosmetik ilegal tersebut harus menjadi perhatian bersama dan dilakukan oleh seluruh wilayah.

"Sampai saat ini yakni selama periode 2017 kami telah memperkarakan tiga kasus dan temuan yang diproses hukum," katanya. (*)

 


 

loading...

#

Sebelumnya

Di Balikpapan, bayar parkir bisa pakai uang eletronik

Selanjutnya

Palangka Raya tuan rumah Bintang Radio Indonesia-Asean

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 9455x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6372x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 6013x views
Berita Papua |— Senin, 24 September 2018 WP | 4550x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe